Black Note
Cerita Dewasa · 18+
Warning : Cerita ini terinspirasi dari serial death note karya Tsugumi Ohba & Takeshi Obata. Tapi cerita ini tidak mengambil alur cerita death note melainkan hanya esensinya saja untuk kemudian diolah kembali sesuai dengan kultur Indonesia

Aturan #1 : setiap nama target harus ditulis lengkap sambil membayangkan wajahnya
Vio (20 tahun) mengendarai Honda jazz-nya dengan kecepatan sedang. Ia harus extra hati hati karena hujan yang turun dengan derasnya membuat malam semakin gelap dan membatasi jarak pandang.
Sesekali Vio menajamkan matanya melihat ke kiri dan kanan, sepertinya sedang mencari alamat. Honda jazz itu terus membelah malam, menembus tirai air hujan dan menjadi mobil satu satunya yang berada di jalanan saat itu. Hujan sederas ini apalagi di malam hari membuat banyak orang enggan untuk keluar rumah.
Aturan #2 : jika nama yang ditulis adalah laki laki, maka 40 detik kemudian ia akan tewas karena serangan jantung kecuali dituliskan detail kematiannya
Vio membelokkan mobilnya ke sebuah komplek perumahan yang belum jadi. Tempat itu sangatlah sepi dan gelap gulita. 6 bulan lalu pembangunan perumahan itu dihentikan karena masalah financial, akibatnya beberapa rumah yang sudah setengah jadi menjadi terbengkalai.
Sambungan listrik pun dicabut kembali oleh PLN. Hanya mengandalkan lampu mobil , mata Vio mencari cari rumah yang dituju. Dan diantara jajaran bangunan yang gelap gulita , di salah satu rumah setengah jadi terlihat titik cahaya dan juga bayangan orang disana. Vio menghentikan mobilnya tepat di depan bangunan tersebut.
Aturan #3 : jika nama yang ditulis adalah wanita , maka 40 detik kemudian ia akan mengalami lonjakan birahi dan akan bercinta dengan siapapun secara acak kecuali dituliskan detail dengan siapa dia bercinta.
Tanpa payung, Vio turun dari mobilnya dan langsung berlari kecil memasuki bangunan tersebut. Titik air hujan membasahi tubuh indahnya terutama pundaknya yang terbuka. Bangunan itu sedianya akan menjadi rumah dua lantai sebelum akhirnya pembangunannya terhenti.
Kondisi lantai satu sangat kotor dan berantakan. Bekas kantong semen berserakan dimana mana. Belum lagi sampah lainnya seperti bekas minuman , kertas Koran , kaleng cat , tambang plastic , hingga tumpukan kecil pasir teronggok sembarangan.
Vio melangkah hati-hati diantara sampah yang berserakan. Ia naik ke lantai dua menggunakan tangga yang sudah jadi. Berbeda dengan lantai satu yang gelap, di lantai dua kondisinya sepertinya lebih terang.
Aturan #4 : jika nama wanita yang ditulis kemudian dicoret , maka 40 detik kemudian ia akan mengalami pemerkosaan secara acak kecuali dituliskan detail pemerkosanya.
Sebuah lentera elektrik bertenaga baterai menerangi lantai dua. Lantai ini menjadi lebih terang karena di tengah ruangan ada api unggun yang menyala walau tak begitu besar , setidaknya cukup untuk menghangatkan tubuh. Seorang lelaki duduk didekatnya. Vio berjalan mendekati lelaki itu sambil memperhatikan sekeliling.
Tempat ini lebih rapi daripada di bawah. Meski memang kesan kotor dan berantakan masih terasa , setidaknya sampah sampah tertumpuk rapi di sudut ruangan dan sebagian digunakan sebagai bahan bakar api unggun. Tak banyak barang disana selain dua buah kursi kayu, satu bangku panjang , dan sebuah kasur gulung tergelar di lantai dilapisi oleh kain lebar bekas spanduk salah satu partai.
Lelaki itu menoleh dan berdiri saat mendengar langkah kaki Vio mendekat , ia tersenyum senang. Orang itu adalah Benjo, preman pasar dan juga seorang krimInal yang ditakuti. Spesialisasinya adalah curanmor, terkadang disertai dengan kekerasan.
Sebagai orang jalanan tampangnya jelas jauh dari tampan. kulit hitam, rambut cepak tak jelas, tato dimana mana, dan terutama wajahnya yang sangar dengan bekas luka melintang dari ujung dahi atas membelah pipi sebelah kiri. Bekas sabetan golok musuhnya sesama preman dulu.
Penampilan Benjo sangat berbanding terbalik dengan Vio. Seorang gadis cantik, mahasiswi sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta. Apa yang terbayang oleh pria dari kecantikan dan keindahan tubuh seorang wanita, itulah Vio.
Apalagi selain mahasiswi, ia juga sedang merintis karir di bidang modeling. Ia termasuk salah satu rising star dari sebuah majalah pria dewasa dan pernah berpose sexy disana. Meski bukan sebagai cover model setidaknya itu membuktikan jika Vio tak hanya cantik tapi juga mempunyai body yang menggiurkan.
“hai….” Sapa Vio pendek
“hai juga…..” Benjo juga menjawab pendek lalu keduanya tak ada lagi yang saling berbicara.
Benjo mendekati Vio. Dielusnya pipi gadis itu, terasa begitu halus. Disentuhnya pula bibir gadis itu yang sungguh menggoda tak tertahankan untuk menciumnya. Viona malam itu memang terlihat sangat cantik sekali. Rambutnya ia ikat ke belakang sehingga lehernya terlihat, ditambah baju yang dikenakannya bermodel jatuh di bagian pundak sehingga bahunya yang putih berpadu indah dengan kelenjangan lehernya.
Di bagian bawah Vio memakai rok jeans yang sangat pendek sehingga kakinya yang panjang terlihat berpadu indah dengan pahanya yang putih mulus. Benjo mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Vio. Butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya Vio membalas ciuman itu. Keduanya berpagut dengan ganasnya, lidah mereka liar mencari pasangan.
“mmm….mmmphh…mmmm….” Vio menggumam tertahan saat bibir mereka menyatu saling mengulum dan mencium. Dirangkulnya makin erat pria dihadapannya, payudara gadis itu menekan empuk dada Benjo yang keras.
Ciuman Benjo kini beralih menyusuri leher mulus Vio , memberikan rangsangan geli dan nikmat pada gadis itu , terutama saat lidah Benjo menyusuri pundaknya yang terbuka.
“oouhh……oohhh…..ooohhh…..” Vio mulai mengerang nikmat.
Dengan satu isyarat tangan Benjo menyuruh Vio untuk berlutut. Gadis itu menurut dengan pasrah dan langsung paham apa yang harus dilakukannya. Jari jari lentiknya dengan cekatan membuka ikat pinggang Benjo, kancing celananya hingga retsletingnya.celana Benjo meluncur jatuh sampai mata kaki untuk kemudian dilepas oleh pemiliknya.
Karena sudah menegang sedari tadi, ujung penis Benjo terlihat sedikit mengintip dari balik celana dalamnya. Tanpa ada keraguan sedikitpun, Vio menjilati ujung penis yang sedikit terlihat itu layaknya mencicipi es krim.
“wuughh…teruss..ya ..gitu…gitu…..” Benjo meracau menikmati permaInan lidah Vio.
Tak hanya jilatan lidah saja , Vio juga menggosok-gosok bibirnya pada ujung penis itu. Rasa geli yang erotis sontak menyebar cepat ke skujur tubuh pria itu. Benjo merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya , padahal ini barulah permulaan , belum lagi rasa kulumannya , atau jepitan vagInanya , atau seluruh tubuhnya bahkan. Sungguh beruntung preman satu ini , bisa menikmati tubuh indah dan sexy seorang calon model majalah pria dewasa.
Kali ini Vio mulai menurunkan celana dalam Benjo , tidak dengan tangan melainkan dengan mulut dan giginya. Gesekan gesekan halus antara wajah mulus Vio dengan selangkangannya membuat birahi Benjo semakin melonjak tak terkendali.
Terlepas dari kungkungan celana dalam , penis Benjo langsung berdiri siaga penuh. Vio meraih penis itu dengan tangannya lalu dengan sangat ahli melakukan gerakan kocokan dan memijat sehingga perasaan banjo makin tak karuan saking nikmatnya.
Sex memang bukan hal yang asing bagi Viona, ia kerap melakukannya dengan kekasihnya , juga pernah dengan photograpernya seusai photo session. Mungkin yang sedikit agak aneh adalah kenapa Vio mau melakukan sex dengan pria seperti Benjo.
Seorang preman yang wajahnya jauh dari tampan , bahkan sebenarnya tak Vio kenal sama sekali. Apalagi selama ini Vio terkenal pilih pilih untuk urusan cowok apalagi sex. Untuk bisa mendekatinya, tak cukup wajah tampan tapi juga kantong tebal.
Lidah Vio bergerak liar menyapu dan melingkar di seputaran batang besar milik Benjo. Jilatannya bergerak naik turun dari ujung atas hingga ke bawah lalu naik lagi, begitu seterusnya.
Aksi selanjutnya semakin membuat Benjo panas dingin saat Vio mengulum penis itu dengan mulutnya. Terasa penuh dan sempit karena mulut Vio yang tak terlalu besar. Dimulai dengan perlahan , kepalanya bergerak maju mundur lalu semakin cepat. Begitu intens Vio mengocok penis Benjo dengan mulutnya.
Tak tahan dengan ‘panas’ yang dirasakan , Benjo membuka pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat sementara Vio masih berpakaian lengkap. Benjo mengelus bahu Vio yang terbuka , tak sabar rasanya ingin segera melucuti seluruh pakaian gadis cantik ini.
Menikmati lekuk demi lekuk tubuhnya , menindihnya. Namun untuk sementara ini Benjo masih menikmati kuluman bibir Vio yang basah dan hangat. Penisnya semakin berdenyut tak tertahankan. Sampai akhirnya Benjo tak tahan juga. Ia menyuruh Vio untuk berdiri lalu dengan tak sabar dilucutinya seluruh pakaian gadis itu
“anjrritt……!!!” Benjo terkesima sendiri melihat tubuh polos Vio tanpa penutup , nyaris sempurna.
Tangannya memijit lembut dua payudara Vio , begitu empuk Dan kenyal. Putingnya ia sentil-sentil , semula dengan jari lalu berlanjut dengan lidah. Vio tak banyak beraksi selain memejamkan mata , mulutnya sedikit terbuka mengeluarkan desahan desahan menggairahkan.
Birahi Benjo sudah mencapai titik ‘kritis’ , digendongnya tubuh Vio dan dijatuhkannya di atas kasur. Dengan buas Benjo langsung menindih tubuh indah itu. Leher Vio ia ciumi ganasseraya meremas buah dadanya.
‘oouu…aahhh..aduhh..baangg…pelan…sakiit..niihh….”rintih Vio pelan bernada manja.
Benjo semakin ganas saja saat menciumi dan mengulum satu belahan dada Vio, yang sebelah lagi ia remas remas. Lidahnya bermain main di sekitaran puting, sesekali payudara itu ia hisap kuat kuat meninggalkan bekas merah pada kulit mulus tersebut.
Benjo membalikkan tubuh Vio hingga tertelungkup. Mata preman itu langsung nanar menyaksikan betapa mulus dan putihnya punggung gadis dihadapannya ini. Dielusnya dengan perlahan punggung mulus itu , rasanya begitu lembut dan halus bagai guci porselein dari chIna.
Benjo mencium tengkuk Vio dan berlanjut menjelajahi tiap inchi dari punggung gadis itu. Sebelah tangannya menelusup , meraup dan meremas buah dada kiri gadis itu.
“ooouuhhh….” Vio hanya bisa merintih lirih.
Tak se-inchi pun dari punggung Vio terlewatkan oleh belaian dan ciuman Benjo , bahkan kini Benjo menelusuri punggung mulus itu dengan penisnya. Cukup bermain main , Benjo mengangkat sedikit pantat Vio dan memposisikan diri untuk menyetubuhi dari belakang.
“ooooohhhhh……” Vio melenguh panjang saat penis Benjo mulai menyeruak masuk.
Sejenak Benjo terdiam membiarkan penisnya dan vagIna Vio saling ‘beradaptasi’, barulah selang semenit kemudian Benjo mulai bergerak maju mundur , menanamkan penisnya semakin dalam.
“oohh…aahhh…aahhh…ouuhh…..” erangan erotis Vio mengiringi setiap hentakan yang dirasakan tubuhnya sekaligus menjadi penyemangat untuk Benjo.
Awalnya penis Benjo yang berukuran lumayan besar tersebut sempat membuat Vio tak nyaman , namun lama kelaman gesekan gesekan di dinding vagInanya terasa begitu enak dan membuainya dengan efektif. Tubuh Vio terus tersentak seiring dengan semakin intensnya dorongan Benjo , buah dada gadis itu menggantung dan bergoyang goyang begitu menggoda dan menggairahkan.
Benjo boleh saja seorang preman jalanan ,tapi untuk urusan sex dia tergolong jago. Ia menggenjot tubuh Vio dari belakang dengan tempo yang tepat , kadang cepat , kadang pelan , kadang berhenti untuk sejenak memainkan buah dada Vio yang menggantung.
Hasilnya Vio mencapai orgasme terlebih dahulu , tangan kecilnya meremas kuat kain penutup kasur tersebut, mulutnya mengeluarkan desahan panjang , tubuhnya menegang sejenak untuk kemudian melemas.
Melihat Vio yang sudah mencapai puncak , kali ini Benjo mempercepat genjotannya tanpa jeda. Tubuh Vio yang lemas terguncang guncang liar. Sesekali pula Benjo memukuli pantat Vio hingga memerah. Dan akhirnya Benjo menggeram panjang , sperma menyembur deras membasahi vagIna Vio , ia pun langsung ambruk lemas diatas tubuh Viona.
Keduanya terdiam masih meresapi kenikmatan yang baru saja dirasakannya. Terbuai oleh kenikmatan keduanya tak menyadari jika sebenarnya sedari tadi ada yang mengintip mereka. Setiap detil persetubuhan mereka tak luput dari pandangan mata orang itu.
Dan setelah Vio dan Benjo menyelesaikan permaInannya ia langsung turun perlahan tanpa suara. Saat ia melangkah meninggalkan rumah itu , samar terdengar lagi suara rintihan Vio menggema dari lantai dua. Orang itu tersenyum , rupanya permaInan sudah dimulai lagi.
Orang itu adalah Don , kekasih Vio atau tepatnya mantan kekasih. Dan sebenarnya ia sudah lebih dahulu tiba di tempat itu sebelum Vio. Hujan masih turun dengan derasnya , Doni berlari menembusnya menuju bangunan yang berada tepat di depan tempat Vio dan Benjo berada.
Disana ia menyembunyikan mobilnya. Doni masuk kedalam mobil dengan perasaan puas, hatinya begitu bersemangat dan bergairah bagaikan baru saja meraih hadiah milyaran rupiah. Diraihnya sebuah buku berwarna hitam bertuliskan ‘black note’ di sampulnya.
“ternyata buku ini memang berguna sekali…..” gumam Doni , ” dengan buku ini gue bisa melakukan apa aja …..gue bisa habisin semua sampah masyarakat…gue bisa hukum semua cewek yang taunya cuma morotin cowoknya…….gue bisa apa aja..!!!”
Doni memandang bangunan di seberangnya dengan tatapan sinis penuh kebencian.
“Vio…elu masih beruntung gue cuma bikin kamu ML sama preman , tapi nanti..tunggu saja…..gue bakal bikin orang pada ngantri buat ngegilir dan merkosa elu…..you’ll see bitch….!!! You’ll see…”
Doni segera menghidupkan mobilnya dan meninggalkan tempat itu , sementara Vio dan Benjo masih bergumul ria disana. Sepanjang jalan Doni terus memikirkan rencana selanjutnya , deretan nama yang akan dihabisi , dan deretan nama wanita yang ‘layak’ diperkosa mulai tersusun di otaknya.
Apa yang terjadi dengan Vio tadi hanyalah sebuah uji coba kecil untuk sekedar mengetahui apakah ‘black note’ memang mempunyai kekuatan atau tidak. Dan kini Doni sudah sangat yakin bahwa ia mempunyai kekuasaan untuk mengatur hidup orang lain di tangannya.
Dan itu semua berawal dari tiga hari yang lalu.
TIGA HARI SEBELUMNYA
Doni turun dari mobilnya dengan perasaan geram dan emosi tertahan. Diperhatikannya sekeliling areal parkir hotel tiga melati yang agak penuh karena long weekend. Matanya langsung tertuju pada sebuah Honda jazz warna pink yang sangat ia kenal. Emosinya kian memuncak.
“damn it , Vio….!!!” Umpat Doni sambil bergegas memasuki hotel.
Satu jam yang lalu , seorang kawan Doni yang sedang mengInap disana meneleponnya dan memberitahu jika ia melihat Viona dan seorang lelaki tak dikenal check in di hotel itu. Padahal ia tahu sekali jika Viona masih menjadi kekasih Doni. Sesaat setelah mendengar kabar tersebut , Doni langsung memacu mobilnya menuju hotel tiga melati. Di lobby hotel , teman Doni sudah menunggu dan langsung menyambutnya.
“kamar 103…” katanya sambil menunjukan arah kamar yang dimaksud.
Hanya butuh waktu beberapa detik untuk Doni tiba di depan kamar hotel 103. ia bimbang sejenak apa akan mendobrak masuk atau mengetuk dulu. Ia memilih yang kedua. Pintu kamar itu ia ketuk dengan normal.
“room service…..” teriak Doni
Tak ada jawaban dari dalam.
“room service pak…..” Doni mengetuk pintu lebih keras lagi
Tetap tak ada jawaban.
“room service pak…..!!!” Doni mengetuk semakin keras.
Doni menempelkan telinganya di pintu , samar ia mendengar suara lelaki mengumpat namun tak terlalu jelas, diikuti suara langkah mendekati pintu. Pintu sedikit terbuka dan kepala seorang lelaki melongok keluar. Tadinya ia hendak marah karena kesayikannya terganggu, namun saat melihat orang yang di depan pintunya tak seperti room service ia langsung terdiam dengan dahi berkerut heran. Kesempatan itu Doni gunakan untuk menendang pintu sekeras mungkin, akibatnya lelaki itu jatuh terjengkang ke lantai.
“eehh..eeh…apa apaan nih….???” Protes orang itu saat Doni dengan cepat melompat masuk dan berlari menuju ranjang.
Dan darah Doni pun semakin menggelegak saat melihat Vio terbaring tanpa busana di ranjang. Vio pun terkejut melihat Doni tiba tiba muncul , ia menarik selimut dan menutup tubuh seadanya.
“heh..siapa luh…..??” orang tadi menepuk bahu Doni.
Doni menjawabnya dengan melayangkan bogem mentah membuat orang itu jatuh ke lantai dengan bibir berdarah. Doni lalu menarik bangun orang itu untuk kemudian kembali menghajarnya hingga terjatuh.
“Don..udah Don..jangan…..!!!” teriak Vio panic melihat kekasihnya mengamuk.
Perhatian Doni sejenak teralihkan pada Vio , ” jadi ini yang namanya photo session hah…!!!….iya…???!!!…..photo sessionnya di ranjang….???!!! Gitu…????!!!….anjiing semua…..!!!!!”
Doni menendang tubuh lelaki yang masih mengerang kesakitan di lantai.
“Don..jangan…..udah……!!!”
Doni tak menggubrisnya , ia terus saja menendang dan memukuli pria itu yang merupakan photographer Vio dari sebuah majalah pria dewasa. Seusai photo session sore tadi, photographer itu membujuk Vio agar mau check in dengannya. Jika Vio bersedia ia menjanjikan akan membantu mempermudah jenjang karir Vio untuk menjadi model terkenal.
Vio dengan senang hati menyanggupinya yang penting ia bisa segera menjadi model terkenal. Doni masih saja terus menghajar photographer itu habis habisan ditimpali oleh jeritan histeris dari Viona. Di tengah kepanikannya , secara spontan Vio meraih kamera Nikon D300 yang tergeletak di meja dan langsung menghantamkannya ke kepala Doni.
Terkena hantaman , Doni mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya yang berdarah. SUmpah serapah panjang keluar dari mulutnya. Si photographer masih tergeletak tak bergerak di lantai, entah pingsan atau mati.
Doni bangkit mendekati Vio yang tertegun bingung dengan perbuatannya sendiri. Dengan mudahnya , Doni merebut kamera dari tangan Vio. Ia angkat kamera itu untuk membalas hantaman tadi.
“aaaww….” Vio menjerit ketakutan sambil melindungi kepalanya dengan kedua tangan.
Setitik kesadaran terlintas di benak Doni , memukul seorang wanita apapun alasannya adalah tindakan pengecut dan bukanlah hal yang pantas.
“monyeeeet….!!!!” Teriak Doni sambil membanting kamera di tangannya ke dinding hingga hancur berantakan.
Doni lalu pergi meninggalkan Vio yang masih shock dan bingung serta si photographer yang masih tak bergerak di lantai. Keributan di kamr 103 tak urung memancing keingin tahuan tamu lain. Mereka berdiri di depan pintu kamar masing masing sambil melongok ke arah sumber keributan. Beberapa diantara mereka hanya menutupi tubuh sekenanya.
“Apa….!!!” Bentak Doni pada orang orang itu. Dan itu cukup untuk membuat mereka kembali masuk ke kamar masing masing dan melanjutkan urusan yang tertunda.
Berjalan menuju mobilnya , Doni tak hentinya mengumpat dan bersumpah serapah , mengutuk kekasih yang telah mengkhianatinya. Luka di kepalanya tak lagi mengeluarkan darah meski rasa sakit dan peningnya masih terasa. Melewati mobil Vio di tempat parkir amarahnya kembali naik , ditatapnya Honda jazz itu dengan perasaan kesal luar biasa.
Sebagai pelampiasan , sepertinya sebuah batu besar cukup untuk menghancurkan kaca jendela mobil itu. Namun sejauh mata memandang , ia tak menemukan batu yang dicari. Matanya justru menangkap sebuah benda segi empat berwarna hitam tak jauh dari tempatnya berdiri. Doni menghampiri dan memungut benda yang ternyata sebuah buku itu.
Di cover depan tertulis dengan huruf perak timbul ‘black note’, tapi di dalamnya kosong seperti belum pernah digunakan. Hanya di halaman awal saja tertulis aturan pemakaian ‘black note’. Leluconkah ini…..??? atau memang ‘black note’ sehebat yang tertulis di aturannya…??? Doni tak tahu pasti.
Ia memperhatikan sekeliling , tak ada seorangpun selain dirinya. Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk membawa pulang saja dulu buku itu.
Minggu siang , suasana mall saat itu lumayan ramai. SCTV sedang mengadakan acara off air dengan bintang tamu penyanyi cantik rossa. Dari food court tempatnya duduk sekarang , sebenarnya Doni bisa dengan nyaman dan jelas menyaksikan acara tersebut. Namun ‘black note’ yang ia temukan semalam lebih menarik perhatiannya saat ini.
Buku itu ia bolak balik , ia buka lembar per lembar dan aturannya ia baca berulang kali, belum juga ia bisa memutuskan apakah buku ini nyata atau lelucon belaka. Seandainya benar , artinya Doni mempunyai kekuasaan atas semua orang , tapi jika tidak…Doni berpikir tak ada ruginya mencoba.
Di stage, rossa mulai menyanyikan hitsnya ‘ayat ayat cinta’ yang langsung disambut meriah oleh penonton yang berkerumun di sekitarnya. Suara merdu penyanyi cantik asal sumedang itu pun mengusik juga telinga Doni, perhatian Doni kini teralih padanya.
Meski bertubuh mungil , rossa mempunyai wajah yang mempesona dan lekuk tubuh yang indah. Aura kecantikan dan kesexyannya menjadi lebih terasa dengan pakaian terusan warna biru yang ia kenakan hari ini, modelnya agak sedikit sexy. Dan sekali lagi Doni berpikir tak ada ruginya untuk mencoba, siapa tahu memang berhasil. Dengan sedikit gugup Doni menuliskan nama rossa di ‘black note’ .
Kini Doni menyaksikan penampilan rossa dengan berdebar debar , setiap gerak gerik rossa diamatinya dengan detail berharap melihat sesuatu yang berbeda. Namun hingga lagu usai dan rossa mulai menyanyikan lagu berikutnya , tak terjadi apapun. Tak ada rossa yang mendadak salah tingkah , atau penonton yang mendadak naik untuk merangkul dan menciumnya.
Dengan kata lain ‘black note’ hanyalh omong kosong belaka. Dalam hati Doni menertawakan dirinya karena sempat mempercayai buku ini.
“selamat siang mas , boleh ganggu sebentar…???”
Doni menoleh , seorang SPG cantik jelita menyapanya. SPG itu berwajah sangat menarik apalagi rambutnya begitu indah berkilau ( seperti iklan shampoo ) , ia memakai celana pendek yang secara proporsional memperlihatkan pahanya yang mulus dan kaos kuning cerah yang begitu ketat memperjelas tonjolan dadanya.
Di tangannya ia membawa dua botol plastic minuman sari buah untuk ditawarkan. Entah sengaja atau tidak, ia menawarkan sari buah itu dengan posisi agak membungkuk, memperlihatkan belahan dadanya. Doni membiarkan SPG itu mempromosikan produknya, tak sedikitpun ia peduli.
Silahkan bicara soal bahan alami, vitamin dan mineral, baik untuk kesehatan dan lainnya , asal Doni bisa berlama lama memandanginya itu saja cukup. Entah sadar sedang dipandangi atau memang salah satu trik menarik pelanggan , bahasa tubuh SPG itu seolah memang sengaja ingin memperlihatkan tonjolan dadanya sekaligus juga belahannya.
“jadi gimana mas…jadi beli dong…..???” gadis itu tersenyum menggoda mengakhiri promosinya.
“mmm..gimana ya…???”
“ayolah mas….gak rugi deh , malahan mas bisa ikut undian berhadiah handphone nokia N96…lumayan kan …??”
“oya …caranya gimana…??”
“mas tinggal isi questioner di booth kami disana…” ia menunjukan stand minumannya , “mas cukup isi nama lengkap sama alamat aja kok…”
Nama lengkap….!!! Doni tersentak bagai baru terbangun dari mimpi.
Rossa bukanlah nama lengkap , tapi hanya nama panggung saja. Mungkin itu sebabnya ‘black note’ tak bekerja.
“ya mas ya…beli ya…??” SPG itu menyodorkan dua botol minuman sari buah ke hadapan Doni sambil sekali lagi memperlihatkan belahan dadanya.
Doni terlihat sedang berpikir . ia tak sedang berpikir akan membeli sari buah itu atau tidak , ia sedang memikirkan hal lain. Ia berpikir untuk mencoba ‘black note’ sekali lagi. Doni adalah seorang mahasiswa yang tak hanya tampan tapi juga berlimpah materi karena ayahnya seorang pengusaha garmen yang sukses.
Wajahnya pun tak terlihat seperti bajingan atau bandot pemburu wanita. Itulah sebabnya ketika Doni mensyaratkan akan membeli minuman itu asal ia boleh tahu nama dan nomor HP, dengan senang hati SPG tadi menyanggupinya. Dan saat SPG itu beranjak pergi , Doni sudah mendapatkan yang ia perlukan. SPG itu bernama Ina, lengkapnya Dewi Ferina.
Beberapa saat setelah meninggalkan meja Doni, Ina mulai merasakan keanehan pada tubuhnya. Ia mendadak merasa gerah padahal AC mall itu cukup sejuk, kepalanya mendadak berat, kakinya terasa melayang tak menapak bumi.
Kilasan adegan film porno yang pernah ia tonton bersama teman teman satu kostnya mendadak muncul begitu saja. Bagai terkena pengaruh obat perangsang , buah dada Ina mengeras putingnya menegang. VagInanya terasa geli seolah ada jari tak terlihat sedang menggelitikinya. Ina pun sempat limbung sambil memgang kepalanya.
“Ina…kamu kenapa…??” salah seorang kawannya sesame SPG bertanya dengan khawatir.
Ina tak menjawab , nafasnya mulai tak beraturan.
“Ina..kamu sakit…??”
“eng..enggak kok….Cuma agak capek aja….” Ina terlihat menjawab dengan susah payah.
“yakin Cuma capek….atau…..” kawannya itu berbisik di telinga Ina , ” kamu hamil ya…??”
“ngaco ah….enggak lah…Cuma capek doang, beneran….”
Kawannya itu hanya menganggkat bahu ,terserah deh pikirnya.
“ehh..aku ke toilet dulu ya bentar….” Kata Ina lalu langsung bergegas ke toilet tanpa menunggu jawaban temannya itu.
Mendekati toilet , birahi Ina semakin meninggi tak tertahankan lagi. Di lorong menuju toilet yang kebetulan sepi, Ina bersandar sejenak ke tembok lalu meremasi buah dadanya sendiri sambil mengigit bibir.
“oooouhh….” Walau hanya tangannya sendiri namun terasa sangat nyaman.
Selain meremas payudara, Ina juga menggosok gosok vagInanya sendiri mencoba mengatasi gelitikan yang sedari tadi dirasakannya. Adegan demi adegan film porno kembali terlintas di kepalanya.
Ina melanjutkan langkahnya menuju toilet, kali ini ia berjalan lebih pelan dan cenderung agak sempoyongan seperti orang mabuk. Sesekali ia berhenti, tangan kanannya menopang pada tembok sementara tangan kiri meremasi sendiri buah dadanya , nafasnya semakin tersengal sengal.
Semakin mendekati toilet , Ina mencoba berjalan senormal mungkin. Namun begitu , Maman si penjaga toilet bisa menduga ada yang tak beres dengan Ina. Dari kejauhan ia melihat Ina berjalan agak limbung. Awalnya ia mengira , Ina sedang sakit . tapi saat Ina tiba di depan pintu toilet , Maman yakin jika gadis yang baru saja menghilang di balik pintu toilet itu tidak sedang sakit tapi kemungkInan mabuk , sepertinya nyabu
“dasar…SPG jaman sekarang….”kata Maman sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.
Sesaat kemudian entah mendapat ide darimana , Maman berpikir mungkin ia bisa memanfaatkan situasi ini.
Toilet di mall itu sangatlah terjaga kebersihannya terutama toilet wanita yang selalu terjaga keharumannya. Di dalam toilet wanita terdapat 6 bilik Wc dan sebuah wastafel dengan cermin yang besar dan lebar.
Ina berdiri di depan cermin , tangannya menopang pada wastafel . wajahnya terlihat sedikit basah, juga kaos bagian atasnya. Sepertinya ia baru saja mencuci muka. Sambil memandang bayangannya sendiri di cermin, Ina terlihat bersusah payah mengatur nafasnya.
“neng…sakit,….??” Maman melongokan kepalanya dari balik pintu.
Ina tak menjawab , hanya menatap melalui bayangan cermin.
“sakit apa ,neng….??” Maman kini berani masuk kedalam toilet
Ina hanya menjawab dengan gelengan kepala perlahan tanpa bicara apa apa. Tak mendapat pengusiran keluar , Maman semakin berani mendekati Ina.
“abang bisa mijit lho neng…” dengan gemetar tangannya mulai nakal menyentuh tengkuk Ina.
Maman bersiap seandainya Ina memakinya , tapi hal itu tak terjadi. Ina membiarkan penjaga toilet itu menyentuhnya membuat pria itu tersenyum cabul. Tangan Maman mulai bergerak melakukan pijitan di tengkuk Ina , tapi itu hanya bertahan beberapa detik saja karena selanjutnya pijitannya berubah menjadi belaian.
Merasa tak ada perlawanan Maman semakin berani. Elusan tangannya bergerak ke depan, melewati leher lalu bagian atas dada Ina yang tak tertutup kaos. Sekali lagi Maman bersiap, seandainya Ina tiba tiba menamparnya. Jika dalam kondisi normal , mungkin sudah sedari tadi Ina menghardik dan menampar kekurang ajaran Maman.
Namun tidak hari ini , ia justru seakan akan mengharapkannya. Padahal kalau boleh jujur , secara tampang apalagi ekonomi, Maman adalah type lelaki yang sedikitpun tak akan dilirik oleh perempuan sekelas Ina. Beruntunglah Maman hari ini.
Dari atas, tangan Maman menelusup ke balik kaus ketat Ina dan langsung menyentuh dan meremas payudara gadis itu.
“ooohh…” Ina mendesah dan memejamkan mata saat tangan kasar itu menyentuh buah dadanya.
Dan Maman pun semakin asyik memainkan buah dada Ina. Buah dada yang selama ini hanya menjadi impiannya saja. Diam diam ia berterima kasih pada siapapun atau apapun yang membuat SPG cantik ini teler hari ini. Ina masih bertopang pada wastafel saat Maman memeluknya dari belakang lalu menciumi lehernya yang putih dengan ganas.
Kaus kuning cerahnya disingkap ke atas, kaitan branya pun telah dilepas. Kini Maman leluasa menggerayangi buah dada gadis itu dari belakang, sambil terus menciumi leher dan belakang telinga Ina. Bayangan cermin memantulkan adegan erotis yang semakin membangkitkan gairah keduanya.
Bayangan gadis cantik dengan buah dada yang montok, padat, empuk dan menggiurkan dengan putingnya yang menggoda diremas oleh tangan kasar seorang penjaga toilet yang sulit dikatakan tampan. Bagi Maman bayangan di cermin semakin menstimulasinya untuk menggerayangi buah dada Ina makin ganas.
Apalagi ia melihat wajah cantik Ina yang mengekspresikan kepasrahan. Ina pun tak tinggal diam, tangan gadis itu meraih ke belakang mencari ‘pusaka’ Maman yang masih tersembunyi di balik celana. Dan tentu saja sentuhan tangan Ina semakin membuat penis Maman berdenyut mencari pelampiasan.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari luar yang sontak mengingatkan Maman. Pria itu sejenak melepaskan Ina dan berlari menuju pintu untuk menguncinya, tepat saat seseorang mencoba masuk ke dalam toilet tersebut. Maman memandangi pintu dengan berdebar debar.
Untuk sesaat orang di luar terus berusaha untuk membuka pintu , lalu menyerah sambil mengeluhkan soal pintu terkunci dan toilet yang rusak. Langkah langkah kaki terdengar menjauh, Maman pun bisa bernafas lega. Saatnya melanjutkan permaInan.
Saat Maman berbalik Maman terkejut karena Ina ternyata sudah ada di belakangnya sedari tadi. Ina sudah melepas kaos ketat, bra dan celana pendeknya. Mata Maman langsung terbelalak penuh nafsu memandangi keindahan tubuh Ina yang hanya bercelana dalam saja. Ina mendorong tubuh Maman ke tembok , lalu dengan cekatan membukai pakaian lelaki itu satu persatu.
“weleeh…mau perkosa abang ya neng…??”
Pelapis terakhir dari tubuh Maman sudah Ina lepaskan , artinya penis yang sedari tadi terkungkung kini mengacung bebas. Tanpa ragu Ina menggenggam penis itu dengan satu tangan dan tangan yang lain merangkul leher Maman. Ina mendekatkan bibir arman dengan bibirnya.
Keduanya langsung terlibat dalam ciuman panas , bibir dan lidah saling berpadu. Keduanya terlihat sama sama bernafsu. Yang paling diuntungkan tentu saja Maman. Seorang SPG cantik jelita mau berciuman dengannya sambil mengocok penisnya , mimpi pun belum tentu seindah ini.
Maman lalu membalas juga perlakuan Ina. Ia meremas buah dada gadis itu, sementara satu tangannya menelusup masuk ke balik celana dalam dan menggelitik vagIna Ina. Suasana semakin erotis dan erotis saja.
Ina melepas ciumannya untuk berlutut di bawah kaki Maman. Mata pria itu langsung berbInar bInar penuh gairah membayangkan yang terjadi selanjutnya. Kali ini Ina menggenggam penis Maman dengan kedua tangannya dan dengan cekatan melakukan pijatan yang membuai Maman dengan cepat. Dibandingkan tadi, kocokan dengan dua tangan bagi Maman lebih terasa dan terasa lebih.
Ina rupanya sengaja menggoda birahi Maman. Ia beberapa kali mendekatkan mulutnya pada penis itu berlagak seolah akan mengoralnya, namun tak jadi dilakukan. Satu kesempatan , ia hanya melakukan tiupan lembut di sepanjang batang penis tersebut , memberikan sensasi dingin sekaligus penasaran pada Maman.
Kesempatan lain ia bahkan hanya melakukan kecupan kilat di ujung penis itu , atau hanya menyentuhkan lidahnya sejenak disana. Perasaan Maman kian tak menentu , birahinya melonjak lonjak tak karuan. Maman jarang sekali bisa bersentuhan dengan perempuan seintim ini apalagi kelas SPG seperti Ina.
Sekalinya terjadi justru ia ‘dipermainkan’ olehnya, tapi Maman sangat menikmatinya. Ina rupanya merasa cukup “menyiksa” Maman, kali ini ia melakukan oral sesungguhnya. Ia menggenggam penis Maman dengan dua tangan seperti memegang mikrofon.
Kepala penis itu ia jilati layaknya permen loli dan berlanjut dengan kuluman lembut bibirnya yang mungil, nikmatnya sulit untuk dijelaskan. Tampang Maman yang pas pasan kini malah seperti orang idiot menikmati service dari Ina. Matanya merem melek kadang setengah terpejam, mulutnya menganga tanpa suara.
Bayangkan saja sendiri wajah Maman jadinya saat Ina melanjutkan servicenya dengan mengulum secara penuh penis itu dengan mulutnya. Saat kepala Ina akan mulai bergerak maju mundur , Maman menahannya dengan tangan. Ia masih ingin sejenak menikmati dan meresapi cakupan basah mulut gadis itu di penisnya.
“huhoo….enyak..enyak..enyak….” Maman meracau dengan norak.
Saat kepalanya ditahan , Ina tak lantas tinggal diam. Lidahnya bergerak aktif menggelitiki penis Maman. Sang pemilik terang saja menggeliat kegelian , efek erotisnya membuat tangan Maman melemah tak bertenaga. Tak lagi tertahan, kepala Ina mulai bergerak maju mundur dengan teratur.
“mmmphhh….mmmm..mmmp….slrrpp..mmmm…”
Ina menambah bumbu erotis dengan menggumam penuh birahi. Ia juga menyelingi kulumannya dengan jilatan dan terkadang berhenti sejenak membiarkan penis itu berdenyut denyut di dalam mulutnya. Jangan pernah bertanya seperti apa reaksi Maman saat menikmati oral sex dashyat dari SPG cantik bernama Ina ini.
Terlalu norak untuk dijelaskan. Akhirnya sekian lama dioral , penis Maman berdenyut denyut nyaris tak tertahankan lagi untuk memuntahkan isinya. Maman mendorong Ina agar melepas kulumannya , lalu ia menarik tubuh gadis itu kembali ke wastafel.
Ina kembali ke posisi semula saat pertama masuk ke toilet ini. Bertopang tangan pada wastafel di depan cermin. Bedanya kali ini ia tak berpakaian lengkap dan hanya bercelana dalam saja. Dengan perlahan dan hati hati seolah takut menggores kulit mulus Ina, Maman menurunkan celana dalam gadis itu hingga terlepas.
Sekali lagi wajah Maman berubah norak saat melihat dua bongkahan dua pantat montok Ina. Maman membuka kran air di wastafel , airnya ia tampung dengan kedua tangannya untuk kemudian digunakan untuk membasahi tubuh Ina yang polos.
Maman memang paling suka melihat tubuh wanita basah terutama sehabis mandi terlihat lebih segar. Air yang ia tampung tadi diratakannya ke sekujur tubuh Ina, ke setiap lekuk lekuknya. Mulai dari leher, bahu , pundak , dan tentu saja tak terlewatkan ke depan perut hingga naik ke buah dada. Lidahnya menggelitik nakal telinga Ina. Ina hanya mendesah pelan menikmati semua rangsangan itu. Tangan kirinya meraih ke belakang merangkul leher Maman.
Puas membasahi tubuh Ina, Maman menarik gadis itu memasuki salah satu bilik toilet. Ia lalu duduk di kloset sementara Ina duduk dipangkuannya dengan kaki membuka. Ina merangkulkan tangannya ke leher Maman sambil tersenyum cantik sekali. Sejenak Maman hanya ternganga sambil menyaksikan kecantikan bidadari dihadapannya.
Tangan kasar pria itu menyibak rambut Ina agar lebih jelas menikmati kecantikan wajahnya. Ia mengelus lembut pipi halus Ina , hidungnya , matanya yang terpejam dan bibirnya yang tadi telah memberi sensasi kenikmatan luar biasa di penisnya. Dalam hati Maman masih belum mempercayai keberuntungannya hari ini.
Sejak Ina duduk di pangkuan Maman , kemaluan keduanya telah saling bertemu dan bergesekan tak sabar ingin segera ‘dipersatukan’ Maman memposisikan penisnya bersiap menembus lubang vagIna Ina. Meski bukan perawan , perawatan yang tepat membuat vagIna Ina masih terasa sempit. Maman agak sedikit kesulitan menembusnya.
“buseeet…bukan perawan aja kayak gini …gimana perawannya dulu ya..??”pikir Maman
Akhirnya dengan sedikit usaha extra , penis Maman berhasil menembus masuk ke dalam vagIna Ina. Maman menarik nafas lega, sejenak matanya terpejam menikmati jepitan erat vagIna gadis itu. Sambil menikmati jepitan itu , Maman sedikit mendorong tubuh Ina agak ke belakang.
Dengan rakusnya kemudian ia menikmati kenyalnya buah dada Ina. Ia kulum dan jilati, putingnya ia hisap penuh nafsu. Maman baru berhenti setelah kulit mulus payudara Ina berhiaskan bercak merah hasil karya hisapan rakus mulutnya. Maman mengisyaratkan Ina untuk mulai bergerak. Ina meresponnya dengan mulai menggoyang pinggulnya perlahan lalu bergerak naik turun di atas pangkuan Maman.
“oohhch…aaahhh..aaahh..ooohh…” gesekan dan jepitan antara penis dan vagIna mulai bereaksi pada Ina.
“iya neng..terus..neng…genjot terrusss…”
“oouujhhh..aaahhh…ahhhh..aawahhh…..”
Payudara Ina bergoyang goyang begitu menggoda saat tubuhnya bergerak naik turun , Maman pun tak tahan untuk tak meremasnya. Dan remasan itu secara otomatis merangsang Ina untuk bergerak lebih intens. Beberapa menit kemudian rangkulan Ina terasa makin erat. Ia semakin merapatkan tubuhnya pada Maman. Tubuh Ina terasa mengejang diikuti oleh desahan panjang dirinya.
“ooooohhhh…..” Ina mencapai orgasme.
Tubuhnya otomatis melemas sehingga kini gantian Maman yang lebih pro aktif. Giliran Maman yang mengoyangkan pinggul dan menggenjot tubuh gadis itu untuk mencapai puncak.
Tubuh Ina yang lemas terguncang guncang tak berdaya diatas pangkuan Maman. Desahan gadis itu pun tak lagi jelas terdengar , malah lebih mirip helaan nafas. Entah berapa lama sampai akhirnya Maman mencapai puncak , bagi Ina rasanya begitu lama.
Tubuh Maman menegang , ia terpekik perlahan dan kemudian vagInanya mulai menyembur ke dalam vagina gadis itu. Sesaat keduanya hanya terdiam saling berpelukan , berusaha mengumpulkan tenaga dan memulihkan nafas masing masing. Maman mencabut penisnya dan mendorong perlahan tubuh gadis itu.
Ina langsung terduduk lemas di lantai toilet yang dingin. Sebagai penutup, Maman menyodorkan penisnya ke mulut Ina untuk dibersihkan. Dengan tanggap Ina langsung meraih dan menjilati penis itu hingga bersih, tak lupa ia melakukan kuluman untuk terakhir kalinya.
“hohohoho…nikmatnya dunia..makasih ya neng…”Maman mengecup kening gadis itu lalu meninggalkannya sendirian di bilik toilet.
Maman kembali melakukan tugasnya sebagai penjaga toilet, namun kali ini dengan perasaan senang, ringan dan semangat tinggi. Betapa tidak, baru saja ia menyetubuhi bidadari cantik yang selama ini hanya menjadi bahan khayalan jika sedang beronani saja.
Dan meski baru saja terjadi , ia tetap belum bisa mempercayai keberuntungannya ini. Tak lama kemudian, Ina keluar dari toilet. Seluruh pakaiannya telah ia kenakan kembali. Saat bertemu Maman kembali diluar, secara refleks Ina menyilangkan kedua tangannya menutupi buah dada yang tercetak dari balik pakaiannya, ditatapnya Maman yang sedang tersenyum menyebalkan.
Tak terlihat kemarahan di wajah maupun sorot mata Ina. Yang ada justru ekspresi kebingungan yang teramat sangat. Dan dengan cepat ian berbalik dan berlari menjauh sambil tetap menutupi dadanya dengan tangan, Ina pun mulai menangis. Selain Maman yang merasa senang hari itu, satu orang lagi yang merasa senang adalah Doni.
Ia telah memperhatikan saat Ina tiba tiba bersikap aneh, saat Ina pergi ke toilet, dan saat si penjaga toilet ikut masuk dan tak keluar lagi dalam waktu lama. Plus terakhir melihat SPG cantik itu kembali dari toilet sambil menangis dan menutup dada.
Itu berarti satu hal , ‘black note’ memang berfungsi.
Seorang pemuda berdiri di pinggiran atap gedung berlantai 17. Dengan santai ia menatap ke bawah tanpa perasaan takut atau gamang. Ia malah berdiri makin ke tepi , kepalanya mengadah ke langit dengan mata terpejam , tangannya merentang seakan hendak melompat terbang. Ia mulai menghirup udara dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan.
Tiba tiba dari pintu menuju atap, seorang pria berjas lengkap layaknya eksekutif muda berlari dengan tergopoh gopoh mendekati pemuda itu. Selain terlihat kelelahan wajahnya terlihat pula khawatir.
Orang yang baru datang itu adalah Indra Hermawan, seorang pengusaha muda yang sukses. Apapun yang dikelolanya sepertinya selalu menghasilkan uang banyak. Tahun ini ia ikut mencalonkan diri menjadi caleg, dan hanya tinggal menunggu waktu saja sampai ia bisa menjadi anggota dewan di senayan.
” ‘K’……??” Indra memanggil pemuda yang berdiri di tepian atap.
“sudah anda temukan ‘black note’ nya…??” kata pemuda yang dipanggil ‘K’ itu tanpa menoleh.
“eee…belum….”
“tapi sudah ada petunjuk siapa yang memegangnya….??”
“belum juga…tapi…..”
‘K’ berbalik dan melompat ke hadapan Indra. Wajah ‘K’ terkesan dingin dan misterius dengan sorot mata yang membuat gentar yang melihatnya.
“anda tahu tuan Indra , beratus tahun , berganti jaman , kami menjaga ‘black note’ , baru kali ini buku itu hilang….”
“ii..iya saya minta maaf..itu…eemmm..kecelakaan….”
“kecelakaan…..kata anda kecelakaan…??” ‘K’ mendekatkan wajahnya ke wajah Indra membuat pria itu beringsut mundur ketakutan.
“Adam Air hilang itu kecelakaan….Argo Gede anjlok itu kecelakaan…..baju Dewi Persik melorot itu kecelakaan….tapi ‘black note’ hilang bukanlah kecelakan..itu ke…bo….do…han….” kata ‘K’ sambil mendorong dorong dada Indra dengan jarinya.
“kami memilih anda untuk menggunakan ‘black note’ karena kami yakin akan kemampuan anda….tak disangka anda begitu ceroboh tuan Indra…”
“maaf…saya minta maaf….saya akan terus berusaha mencarinya…saya punya dugaan dimana kira kira buku itu terjatuh”
‘K’ mendengus kesal sambil memandangi indra dengan tatapan tajam , “anda tahu cara kerja ‘black note’ tuan indra..??”
“ya , tentu saja…..death note untuk laki laki dan sex note untuk perempuan….”
“dan anda tahu siapa orang pertama yang menggunakan ‘black note’ tuan indra..??”
“tidak , saya tidak tahu…dan saya tak melihat ada hubungannya dengan masalah kita saat ini…”
‘K’ kembali memandang tajam Indra membuat pria itu tertunduk tak berani membalas.
“tak ada hubungannya ya…..baik , mari kita lihat…..apa benar tak ada hubungannya, ” ‘K’ terdiam sejenak , ” kuberitahu , korban death note pertama adalah Empu Gandring dan Tunggul Ametung , dan korban sex note pertama adalah Ken Dedes….artinya…..” ‘K’ menggantung kalimatnya.
“artinya….Ken Arok adalah orang pertama yang menggunakan ‘black note’..??” jawab Indra
“benar sekali tuan Indra….’black note’ pertama digunakan oleh Ken Arok, tentu saja saat itu namanya bukanlah ‘black note’. Sejak saat itu secara turun temurun , dari generasi ke generasi , kami memilih satu orang yang kami anggap layak untuk menerima ‘black note’……dan tentu saja ‘black note’ mempunyai ratusan nama disesuaikan dengan jaman kemunculannya…”
“jadi artinya ada lebih dari satu ‘black note’…???” Tanya Indra
“tentu tidak tuan Indra ..jangan bodoh…” ‘K’ menepuk nepuk kepala Indra , ” ‘black note tetap hanya satu , setiap kali berpindah tangan maka tulisan pemilik sebelumnya akan hilang….”
“jadi hubungannya dengan hilangnya ‘black note’ sekarang apa..??”
“anda masih belum paham juga ternyata tuan Indra…..” ‘K kembali berdiri ketepian atap sambil melihat orang orang dibawahnya yang sekecil semut , “tahun 1945 death note digunakan untuk menghabisi Jendral Mallaby , tahun 1965 pemegangnya menuliskan 7 nama jendral di ‘black note’ ….walau ia salah menuliskan Nasution menjadi Nasutoin, makanya satu jendral berhasil lolos…….”
Indra ternganga keheranan, ia baru menyadari betapa besarnya pengaruh ‘black note’ yang pernah dipercayakan kepadanya.
“aaah….rupanya anda baru paham tuan Indra …..bayangkan , Singosari, Pertempuran 10 November, G30S PKI……’black note’ bukanlah sekedar menyingkirkan orang yang tak kita sukai atau meniduri perempuan yang kita maui tuan Indra…..’black note’ digunakan untuk membentuk sejarah…..catat itu baik baik tuan indra….SE….JA…..RAH….!!!!”
“jadi bayangkan seandainya ‘black note’ ditangan orang yang tidak tepat ….sejarah apa yang mungkin akan terjadi di masa depan…..??” lanjut ‘K’
Indra terdiam menyadari jika ia sedang dalam masalah besar.
“masih berpikir tak ada hubungannya…..tuan indra???”
“ti..tidak…saya paham sekarang……”
“bayangkan apa jadinya jika pemegang ‘black note’ menuliskan nama tokoh politik yang tak disukainya , seperti saat itu ada yang menulis nama Munir di ‘black note’…”
Munir..??? indra teringat aktivis HAM yang tewas secara misterius di penerbangan menuju belanda. Jadi itu karena death note..???
“oke…oke….saya paham..saya akan kerahkan seluruh kemampuan saya untuk menemukan ‘black note’ kembali….”
“ya..tentu saja….” ‘K’ merogoh saku celananya dan mengambil sepucuk surat dalam amplop. Surat itu ia masukan ke kantong jas Indra, “jangan dibuka dulu ya….”
“apa ini…???” Indra menepuk saku jasnya dengan heran.
“oohh..itu cuma surat wasiat biasa kok…” jawab ‘K’ santai
” surat wasiat….punya siapa…??”
“punya anda tentunya…..biasanya orang bunuh diri selalu meninggalkan surat wasiat kan …??”
“bunuh diri..???!!! apa maksu…”
Indra tak meneruskan kata katanya karena tiba tiba dua orang berbadan besar telah mencengkram kedua tangannya dan menyeretnya ke pinggiran atap.
” please..jangan ‘K’..jangan…saya akan mencari terus..jangan…..”
“maaf tuan Indra …dengan menghilangkan ‘black note’ sama dengan anda telah menghancurkan hidup anda….so…goodbye and happy landing….” Jawab ‘K’ santai.
“tidak….jangaaaaaaaaaaaaannnnn………”
Tubuh indra melayang jatuh dari lantai 17 , dan langsung remuk plus kepalanya pecah saat menyentuh tanah.
“sayang sekali…..” ‘K’ memandang tubuh Indra dari atas seolah menyesali kejadian yang baru saja terjadi.
“boss ‘K’…apa tugas kita selanjutnya…” salah satu orang yang melempar Indra bertanya dengan penuh rasa hormat.
“saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah buka mata dan telinga baik baik……cepat atau lambat ‘black note’ akan muncul dengan sendirinya , dan jika saat itu terjadi…..” ‘K’ kembali memandang ke bawah , …” maka akan ada satu orang lagi yang mati bunuh diri…”
Bersambung…
Seminggu terakhir masyarakat dihebohkan dengan serangkaian berita mengejutkan yang menghiasi hampir seluruh media cetak dan elektronik. Dimulai dengan berita tewasnya mantan suami pedangdut Kristina yang juga tersangka korupsi Al Amin Nasution. Ia tewas di dalam penjara karena serangan jantung.
Setelah itu serentetan berita kematian para koruptor dan penjahat kelas kakap hampir setiap hari muncul di media. Ada yang mati karena serangan jantung, dibunuh atau pun kecelakaan. Polisi tak menemukan keterkaitan antar kematian beruntun tersebut meski sempat merasa janggal dengan waktu kematian yang berdekatan. Berbagai spekulasi beredar di masyarakat.
Ada yang menganggapnya santet, karma, azab, bahkan pertanda kiamat sudah dekat. Dari dunia selebritis pun muncul beberapa berita menghebohkan dengan berita perampokan di rumah keluarga Azhari. Selain membawa barang berharga dan sebuah mobil, para perampok itu juga memperkosa Sarah dan Rahma Azhari yang kebetulan sedang ada di rumah.
Komentar nakal lantas berkembang bahwa Sarah dan Rahma pastinya lebih menikmati pemerkosaan itu dibanding si pemerkosanya sendiri. Namun yang paling banyak mendapat perhatian adalah berita menghilangnya penyanyi Mulan Jameela setelah melakukan show di Kalimantan.
Tiga hari kemudian ia ditemukan di tengah perkebunan karet dengan kondisi yang mengenaskan tanpa selembar kain pun menutup tubuhnya. Menurut keterangan polisi, Mulan mengalami penculikan dan pemerkosaan. Polisi kini sedang melakukan pengejaran terhadap 10 orang pelaku yang identitasnya sudah diketahui.
Sementara itu pembalap Tinton Soeprapto sangat terpukul karena kematian kedua anaknya Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto yang tewas karena overdosis narkoba ketika berpesta merayakan bebasnya Ananda dari dakwaan penganiayaan (setelah mengeluarkan banyak uang, waktu dan tenaga menyuap sana-sini).
Masalah demi masalah yang terkait dengan anak-anaknya, ditambah lagi kematian mereka yang sangat memalukan membuat Tinton menjadi gila, ia mencoba bunuh diri namun berhasil digagalkan. Sejak itu pria tua itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dikurung dalam ruang isolasi dengan jaket pengaman. Sesekali ia sering tertawa-tawa sendiri, tapi kadang ia menangis meraung-raung seperti anak kecil, kadang ia juga berteriak-teriak sendiri
“Mereka adalah aset bangsa…aset bangsa…tidak mungkin mereka begitu…kalian dengar itu!! Hahahha!!”
Hampir tidak ada yang bersimpati pada nasib keluarga itu, malah banyak orang semakin mencibir pada mereka. Banyak yang beranggapan semuanya adalah karma yang harus ditanggungnya atas dosa-dosa Tinton di masa lalu.
‘K’ menyaksikan berita di Tv dengan serius tanpa ekspresi. Satu cup besar es krim di tangannya telah lama mencair karena sedari tadi hanya diaduk aduk saja. Di dekatnya berdiri dua orang berbadan besar layaknya petinju , berwajah dingin dan sadis , kepala plontos dan sama sama berpakaian serba hitam ala bodyguard. Dilihat sepintas mereka seperti kembar (mungkin juga benar) yang membedakan hanyalah tinggi badan saja.
Yang bertubuh sedikit lebih pendek adalah ‘7’ (seven) dan yang tinggi adalah ’11′(eleven). Mereka semua (‘K’ , ‘7’ , ’11’ )adalah bagian dari kelompok rahasia yang selama berabad abad , memelihara , menjaga dan memberikan ‘black note’ pada orang tertentu yang dianggap mempunyai potensi besar membuat sejarah. Menurut ramalan jayabaya , pada suatu masa kelak, nusantara akan menjelma menjadi pusat kekuatan dunia dan penguasa dunia. Untuk itulah kemudian para sesepuh negeri ini berkumpul dan sepakat membuat sebuah buku wasiat yang sekarang disebut ‘black note’.
Tujuannya adalah untuk membantu menciptakan sebuah negeri yang ideal , dimana kebaikan dan kejahatan seimbang. Itulah sebabnya ‘black note’ mempunyai dua fungsi , sex dan death. Setiap pemegang ‘black note’ bebas menggunakannya untuk apa saja , kebaikan atau kejahatan , selama diperhitungkan dengan matang resikonya. Para sesepuh sepakat jika yang memegang ‘black note’ adalah orang lain yang tak ada hubungannya dengan mereka. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi perseteruan dan pertumpahan darah antara mereka maupun keturunan mereka kelak.
Tugas mereka hanyalah mengawasi penggunaannya dan mengingatkan jika ‘black note’ digunakan secara berlebihan. Ken arok menjadi orang pertama yang memegang ‘black note’ . dan selama ratusan tahun black note terus berpindah tangan. Banyak peristiwa sejarah Indonesia yang terjadi karena ‘black note’ ( meski tentunya tak banyak yang tahu ). Dimulai dari berdirinya Singosari, Pertempuran ARU, Pertempuran 10 November , G30SPKI , kerusuhan Mei 98 dan banyak lainnya. Dan selama ratusan tahun itu pula ‘black note’ untuk pertama kalinya hilang.
‘K’ meneguk habis es krimnya yang mencair lalu melangkah menuju meja diikuti oleh ‘7’ dan ’11’. Di atas meja berjajar rapi foto foto 3R dari orang-orang yang diduga menemukan ‘black note’.
“jadi ….apa ada petunjuk baru….??” Tanya ‘K’
‘7’mendekati meja , “berdasarkan petunjuk yang kami dapatkan , dipastikan ‘black note’ hilang di sekitar hotel tiga melati… “. Ia memisahkan tiga buah foto , ” dan itu artinya kemungkinan besar ‘black note’ ada di tiga orang ini…”
‘K’ mengambil tiga foto itu dan membaca keterangan di baliknya.
“Sunaryo, tukang parkir…… Doni Alamsyah , malam itu melabrak pacarnya yang selingkuh…….dan Bambang Sudibyo , waktu check in dan check outnya hampir bersamaan dengan Indra….”
Indra adalah pengusaha sukses yang sebelumnya diberi kepercayaan untuk memegang ‘black note’. Namun karena teledor buku itu hilang dan indra pun harus menebusnya dengan nyawanya.
“jadi sekarang bagaimana , boss ‘K’…??”
“jangan buang waktu lagi….kita selidiki tiga orang ini…..” jawab ‘K’
“baik boss….kami siap…..”
“lalu tentang Joker…..apa dia sudah muncul…..??”
‘7’ dan ’11’ saling berpandangan lalu salah satu dari mereka menjawab,
“sepertinya belum boss….kita belum melihat indikasi ia muncul…..”
‘K’ menghembuskan nafas panjang. Ada dua hal yang dikhawatirkan jika ‘black note’ hilang. Pertama ,’black note’ akan digunakan secara serampangan yang mengakibatkan kehebohan dan kepanikan di masyarakat. Hal itu kini sudah terjadi.
Kedua, kekacauan yang diakibatkan penggunaan ‘black note’ yang sembarangan akan memancing Joker keluar dari persembunyiannya. Dan jika itu terjadi maka kekacauan yang ditimbulkan akan lebih dahsyat lagi. ‘black note’ harus ditemukan sebelum Joker muncul.
Bizzarre ,tempat hang out anak muda yang paling ‘happening’ saat ini. Malam ini Bizzarre mengadakan event wild party dengan cosplay sebagai dress code. Artinya setiap pengunjung wajib memakai kostum yang mengacu pada karakter tertentu. Dan tentu saja dalam party seperti ini , para wanitanya yang paling banyak mendapat perhatian.
Mereka berdandan dan berkostum secantik dan se-sexy mungkin. Berbagai kostum mulai dari catwoman , lady vampire , sailor moon hingga Amazonian mereka kenakan. Ada pula yang memakai cos uniform , seperti pilot , army , nurse dan lainnya. Yang pasti para wanita tersebut tanpa ragu memperlihatkan dan menonjolkan sedikit keindahan tubuhnya. Satu yang menjadi bintang dalam party itu Vio.
Sejak pertama tiba hingga berada di dance floor sekarang ini, Vio langsung menarik perhatian banyak pria. Nama Viona mEmang sudah mulai dikenal sebagai model paling fresh dari sebuah majalah pria dewasa yang berani tampil sexy. Apalagi malam ini pakaian yang dipakai Vio sangatlah menggoda iman pria yang melihatnya.
Vio memakai baju ‘nurse’ model kemben terusan yang seolah terlalu kecil menempel di tubuhnya. Selain mencetak lekuk tubuhnya dengan jelas , bagaian bawah baju itu berada tinggi di atas lutut dan hanya menutupi sebagian paha mulusnya. Bagian atas bajunya berada jauh di bawah leher dan hanya menutupi sebagian buah dadanya. Sisa tubuh Vio yang lain terbuka dan terpapar jelas. Sebuah topi mungil ala suster menempel di kepalanya menambah nilai eksotis Vio.
Doni duduk di bar sambil mengamati Vio yang meliuk liuk erotis di dance floor dikelilingi banyak pria. Doni mEmang sudah datang duluan dari Vio , dan ia memang sengaja menunggu mantan kekasihnya itu. Ia telah mempersiapkan sebuah scenario pemerkosaan bagi Vio yang telah mengkhianatinya. Semuanya tertulis di ‘black note’. Dan bagian pertama scenario tersebut telah berjalan dengan baik.
Sebelum menuju Bizzarre, Vio terlebih dahulu melakukan photo session untuk majalah edisi bulan depan. Thema sesinya adalah ‘sexy nurse’. Pakaian yang Vio pakai sekarang sebenarnya adalah outfit dia saat pengambilan gambar. Entah mengapa saat sesi selesai , Vio merasa nyaman dengan pakaiannya dan memtuskan pergi ke Bizzarre menggunakannya.
Padahal ia telah menyiapkan cos ‘lara croft’ sebelumnya. Vio terus menggoyangkan tubuhnya , meliuk erotis , menghentak mengikuti irama music. Apalagi distimulasi pula dengan beberapa teguk minuman beralkohol, gerakannya makin panas saja. Para pria yang berusaha mendekatinya semakin banyak saja. Hampir semua pria itu berpikiran sama , mencoba keberuntungan dan berharap bisa membawa pulang Vio dan meniduri sepuasnya.
Doni pernah meniduri Vio saat masih menjadi pacarnya , jadi ia paham betul apa yang ada di otak para lelaki yang berusaha mendekati Vio saat ini. Dan ia pun tertawa karena tahu jika tak seorangpun dari mereka yang akan berhasil membawa Vio pulang malam ini.
Bahkan lebih dari itu , orang orang yang beruntung akan menikmati tubuh Vio pun mungkin saat ini tak akan pernah terpikir akan seberuntung itu. Orang orang itu mungkin saat ini sedang berselimut sarung diluar sana , ditEmani kopi panas atau bir murahan tanpa terlintas sebersit pun mereka akan didatangi bidadari. Semuanya sudah diatur dalam ‘black note’.
Doni melirik jam tangannya , ” time to go girl….” . ia lantas menyelinap keluar terlebih dahulu dan menunggu Vio di tempat parkir.
Setengah jam kemudian Vio keluar dari Bizzarre. Jalannya sedikit sempoyongan karena pengaruh alcohol, beberapa orang pria mengikutinya berusaha menjadi ‘hero’ yang akan mengantarnya pulang dan berharap bisa menidurinya. Namun tentu saja tak ada seorangpun dari mereka yang berhasil. Honda jazz Vio meninggalkan Bizzarre dengan tatapan kecewa dari para pria yang gagal mendapatkan Vio.
Malam itu hujan tak turun , tapi langit terlihat kelam tanpa titik bintang dan bulan. Doni mengikuti mobil Vio dari jarak aman tanpa menyalakan lampu.
Sama seperti sebelumnya saat pertama kali terpengaruh ‘black note’ , Vio mengendarai mobilnya tanpa menyadari jika ia sebenarnya tidak sedang menuju rumah bahkan justru semakin menjauh dari jalan pulang. Dulu Vio diluar kesadarannya mengendarai mobil menuju perumahan terbengkalai dan kali ini ia mengarahkan mobilnya ke luar kota . Jalan yang dilaluinya mulai terlihat sepi. Selain karena mEmang sudah larut malam , daerah ini pun mEmang sebenarnya jarang dilalui.
Sebuah pabrik sepatu menjadi bangunan terakhir yang Vio lihat karena selanjutnya hanya ada pepohonan , kebun sayuran dan sesekali sawah. Rumah penduduk hanya terlihat seperti titik cahaya kecil yang jaraknya jauh dari jalan. Tak hanya sepi, jalan itu pun minim lampu penerangan bahkan bisa dikatakan nyaris tidak ada. Tiba tiba mobil Vio berhenti. Jauh di belakangnya , Doni pun ikut berhenti dan menyembunyikan mobilnya di balik bayangan rimbun pepohonan dan gelap malam. Warna mobil Doni yang kebetulan hitam membuatnya tak terlihat dari tempat Vio. Vio turun dari mobilnya dan mEmandang daerah sekelilingnya dengan wajah bingung.
“aduh….dimana lagi gue….??”
Seingat Vio , ia tadi hanya minum beberapa gelas dan tak akan membuatnya sampai mabuk berat. Setidaknya seharusnya ia masih bisa menemukan jalan pulang. Ia tak mengerti kenapa bisa sampai tersesat jauh ke tempat ini. Hawa malam yang dingin dengan cepat menyerang Vio dan menyadarkannya jika ia memakai pakaian yang minim.
“kenapa gue pake baju kayak gini…???” Vio terlihat semakin bingung. Kedua tangannya bersilang memegang bahu berusaha mengurangi dinginnya angin malam.
Tak tahan udara dingin , Vio kembali masuk mobil namun tak segera menjalankannya. Ia berdiam diri mencoba merefresh memorinya , mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia ingat photo session di sore hari .. ia ingat baju ‘sexy nurse’ yang dipakainya adalah outfit session tadi. Ia ingat berencana dating ke party di Bizzarre. Namun ia tak ingat kenapa memutuskan memakai baju ini ke Bizzarre padahal seharusnya ia akan berdandan ala Lara Croft.
Memorinya semakin mundur ke belakang, kurang lebih seminggu yang lalu. Vio ingat ia sedang chatting di internet saat tiba tiba dia merasa gejolak birahinya naik drastic. Sebuah nama daerah perumahan mendadak terlintas di pikirannya.
Dan ia ingat dirinya bergegas pergi ke tempat itu meski hujan turun dengan derasnya. Disana ia bertemu dengan pria asing yang mirip preman. Vio tak pernah bertemu dengannya apalagi mengenalnya , tapi ia malahan bercinta dengan panas dengannya. Pagi harinya ia baru terkejut mendapati dirinya berada di sebuah rumah setengah jadi , tanpa busana dengan seorang bertampang criminal ( yang juga tanpa busana) memeluk tubuhnya. Panic dan bingung Vio bergegas meninggalkan tempat itu sebelum orang itu terbangun. Vio bergidik mengingat semuanya.
Vio tak habis pikir mengapa belakangan ini sering melakukan hal diluar kesadarannya. Mengkonsumsi minuman beralkohol sudah lama ia kurangi , lagIpula ia hanyalah seorang ‘social drinker’ (minum hanya untuk pergaulan dan bukan untuk mabuk ). Shabu sudah lama juga ditinggalkannya , semenjak temannya yang juga artis ( Sheila Marcia ) tertangkap polisi.
Apakah mungkin karena santet atau guna guna …??? Sayang sekali Vio tak percaya hal semacam itu. Namun karena tak ada alasan lain yang masuk akal , mau tak mau kemungkinan itu ia pertimbangkan juga. Vio bisa mengkhawtirkan itu nanti , sekarang yang terpenting adalah segera keluar dari tempat ini yang rasanya semakin gelap dan sepi saja. Honda jazz-nya kembali bergerak menyusuri jalan mencari arah pulang. Jalan itu mEmang gelap dan tak ada petunjuk apapun.
Namun kondisi jalan yang bagus dan beraspal memberi sedikit harapan untuk Vio . jalan seperti ini pastinya akan berujung di jalan raya , meskipun entah dimana. Beberapa ratus meter berjalan , sebuah titik cahaya terlihat oleh Vio yang kemudian dipastikan berasal dari sebuah warung kopi sederhana khas pinggiran.
Warung itu menjadi satu satunya bangunan diantara jajaran sawah dan ladang. Empat orang pria sedang bermain kartu di bale bale depan warung ditEmani kopi panas yang tinggal setengah. Mereka Togar dan Tejo [ supir angkot ] , Eman [ pengangguran ] ,dan Ipul [ satpam pabrik ]. Seorang lagi yang juga pemilik warung hanya berdiri sambil menyaksikan permainan. Sesekali ia mengomentari dan mengejek pemain yang kalah. Orang itu biasa dipanggil si kumis.
“oooh…great Vio…..” Viona mengeluh saat melihat orang orang di warung tersebut. Mobilnya terlanjur berhenti tepat di seberang warung. Tadinya Vio merasa sedikit lega melihat warung itu karena bisa menanyakan arah jalan pulang, sekarang ia ragu. Pakaiannya yang terlalu minim akan menjadikan dirinya tontonan gratis bagi mereka , dan Vio tak merasa nyaman dengan hal tersebut. Tapi jika tak bertanya , Vio khawatir tersesat makin jauh. Vio merasa bimbang. Si kumis menjadi yang pertama menyadari jika ada mobil yang berhenti di seberang warungnya. Keningnya berkerut heran , tak biasanya ada mobil melintas di jam selarut ini.
“mobil siapa tuh….???”
Keempat orang lainnya teralih juga perhatiannya pada mobil tersebut dan sama herannya dengan si kumis.
“siapa , mis….???” Tanya Ipul
“mana gue tahu….nyasar kali…???” jawab si kumis
“sepertinya …aku lihat cewek disitu…..” timpal Togar dengan logat khas bataknya.
“ah masa….ngarang kali kau…..” Eman meniru logat Togar dan langsung dijawab dengan geplakan kepala oleh Togar.
“jangan meledek kau……kalo soal cewek aku yakin…soalnya ,….alamaaaaakk…..”
Togar tak bisa meneruskan kata katanya karena terpana melihat mahluk yang baru saja keluar mobil. Tak hanya Togar, semua orang di warung itu sama terpananya, ternganga tak mampu berkata kata. Vio rupanya memutuskan untuk turun dan bertanya arah jalan kepada mereka. Dan seperti yang diduganya, tubuhnya yang terbalut pakaian minim ini menjadi tontonan gratis bagi orang orang itu. Seorang gadis cantik berbalut seragam suster super sexy tentunya bukanlah pemandangan yang biasa mereka lihat setiap hari.
“busseeeett…..suster mana nih…..???” kata Ipul sambil menggosok gosok penisnya yang langsung menegang di balik celana.
“suster pale lu peang…!!! palingan juga pecun dari kota nih….” jawab si kumis , berbagai pikiran mesum mendadak muncul di kepalanya.
“aaah…iya….gue tahu, pasti nih cewek hepatitis…..!!!” Eman berkata dengan nada yakin dan sok pintar.
Keempat orang lainnya langsung memandang Eman dengan heran.
“cewek hepatitis apaan maksud loe….???”
“aahh..bego nih semua….”Eman berlagak sok pintar, “cewek hepatitis….masa gak tahu , itu loo yang suka nari telanjang…”
Satu geplakan Togar langsung melayang ke kepala Eman.
“bah…monyong kau….itu striptis tolol….!!!”
“hepatitis..hehehhe…” Tejo tertawa geli , ” mbahmu itu hepatitis…..”
Mereka terus saling berkomentar nakal dan tertawa saat Vio berjalan menuju warung, dan mereka langsung terdiam saat ia tiba.
“ee..maaf Bang numpang Tanya…ini di mana ya…???” Vio bertanya dengan suara agak bergetar. Selain hawa dingin, ia juga merasa risih dengan pandangan lapar orang orang itu.
“nyasar neng yah…Emang dari mana tadi…???” Tanya si kumis sok wibawa.
“emmm..darii…..” Vio bingung menjawabnya. Ia memang tak sadar bagaimana bisa sampai disini.
Ipul yang berada dekat dengan Vio tak tahan untuk tak menyentuhnya, dielusnya perlahan paha mulus yang terbuka itu.
“wiiihhh…mulus benerrrr……”
“eeehh…!!!!” Vio terpekik kaget , reflex tangannya menampar pipi Ipul , “jangan kurang ajar ya…!!!”
Ipul memegangi pipinya yang panas. Hatinya semakin kesal karena kawannya yang lain menertawakannya. Hampir saja ia balas menampar seandainya tak ditahan Tejo.
“eh, neng…!!! Jangan belagu deh….pecun aja sok jual mahal….!!!” Kata Ipul kemudian.
Tangan Vio kembali bergerak untuk menampar mulut Ipul, namun kali ini si kumis dengan cepat menangkap tangannya.
“lepas….!!! Lepasiinn…!!!!” Vio menghentakan tangannya mencoba melepaskan cengkaraman si kumis namun sia sia saja malahan cengkramannya semakin kuat dan menyakitkan.
“sombong amat sih neng….Emang semalem berapa sih…abang juga punya duit kok….!!!” Kata si kumis tanpa melepas pegangannya.
“iihhh..sakit tahu….!!!” Vio menendang selangkangan si kumis. Kontan saja pria itu kesakitan, pegangannya terlepas, mulutnya memaki tak jelas.
“dan gue bukan cewek gituan…..!!!” sambung Vio lagi.
Vio mulai menyadari situasinya sungguh tak menguntungkan, keputusan untuk turun dari mobil kini disesalinya.bIa bergegas hendak kembali ke mobilnya namun kalah cepat dengan Togar yang langsung melompat menghalangi jalan.
“minggir….!!!” Hardik Vio
“hei, butet…!!! Macam mana kau bukan cewe gituan…pakaian kau saja macam itu….”
Kemben terusan ala “sexy nurse” yang menampilkan setengah paha terbuka dan setengah buah dada terlihat tentunya mEmang menimbulkan pikiran mesum pria yang melihatnya.
Vio terdiam, dalam hatinya ia juga bertanya tanya kenapa memutuskan memakai pakaian seperti ini tadi.
“minggir….!!!” Vio semakin gusar dan mencoba menendang Togar yang menghalangi jalan. Dan itu sebuah kesalahan.
Gerakan Vio justru mempermudah Togar untuk menangkapnya. Tubuh gadis itu ia dekap erat dan rapat ke tubuhnya. Togar menikmati tekanan empuk buah dada Vio yang terhimpit.
“wooii…empuk kali payudaranya nii…..”
Vio meronta dan berteriak panic meminta dilepaskan. Tangannya memukul mukul liar tubuh Togar yang tentunya tak berpengaruh apa apa. Togar malahan mengangkat tubuh Vio membuat kaki gadis itu menendang liar mencari pijakan.
Satu kesempatan Vio menendang selangkangan Togar dengan lututnya. Cukup keras untuk membuat Togar melepaskannya. Togar memaki dengan bahasa batak yang tak dimengerti oleh semua orang disana. Melihat dua kawannya telah “jatuh”, tiga orang lainnya bergerak bersama mengepung Vio dengan siaga dan waspada.
Vio memandang bergantian tiga orang pengepungnya. Tangannya terkepal meski sebenarnya ia lebih siap menyerang dengan kakinya. Belajar dari dua orang sebelumnya, dengan cepat Tejo dan Eman menyergap dan menangkap kaki Vio. Dengan cepat pula Ipul menangkap tubuh Vio dari belakang , tangannya dengan nakal mencuri remasan di buah dada gadis itu.
“lepasin…!!! Lepasin….!!! Tolong…!!! Tolong……!!!!”
Kali ini Vio tak bisa melawan karena tubuh dan kakinya tertahan.
“kena juga lu…dasar pecun belagu….!!!” Si kumis sudah berdiri kembali meski ngilu masih terasa.”rasain pembalasan gue entar…..!!! bawa aja ke belakang cuy….!!!”
Vio menjerit dan meronta dengan panik saat tubuhnya dibopong ke belakang warung. Si kumis lalu buru buru menutup warungnya sementara Togar menyembunyikan mobil Vio di tempat aman dan tak terlihat.
Suara teriakan Vio sebenarnya masih bias terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari situ meski samar. Namun si kumis cs tak khawatir, tempat itu sepi dan rumah penduduk terdekat jaraknya 1 KM. selebihnya hanya sawah dan ladang saja. Meski begitu sebenarnya ada orang yang mendengar teriakan Vio, namun ia terlihat tak peduli.
Ia malahan hanya menyalakan rokoknya dan menghisapnya dengan santai sambil duduk di atas kap mobilnya. Doni mendengar teriakan itu dan ia tak perlu melihat langsung untuk tahu apa yang terjadi dengan mantan pacarnya itu. Semuanya berjalan persis seperti skenario yang ia tulis di ‘black note’. Asap rokoknya ia hembuskan perlahan sambil menikmati suara jeritan Vio yang semakin samar di kejauhan. Wajah Doni terlihat puas sekali.
“well..sepertinya ada yang sedang bersenang senang dengan ‘black note’ nih…..”
Suara pria di belakangnya membuat Doni terlonjak kaget. Ia terkejut melihat ada orang disana apalagi orang ini tahu tentang ‘black note’
“siapa kamu….???”
Bagian belakang warung itu ternyata sebuah lahan tak tergarap yang dipenuhi oleh tanaman dan pepohonan yang tumbuh liar. Vio diikat diantara dua buah pohon yang tak terlalu besar dan tumbuh sejajar. Tangan dan kakinya diikat merentang ke masing masing pohon , membuat huruf ‘X’ besar diantaranya. Vio awalnya terus meronta namun ikatannya terlalu kuat , ia malah menyakiti dirinya sendiri. Akhirnya Vio terdiam , buah dadanya naik turun mengikuti helaan nafasnya. Sorot mata marah menjadi satu satunya perlawanan yang tersisa.
“brengsek kalian semua….!!! Bajingan pengecut….!!!” Maki Vio.
Kelima pria itu tak terpengaruh makian Vio. Mereka sedang begitu menikmati pemandangan seorang suster sexy yang terikat tak berdaya. Dan seeakan hendak menteror mental Vio, mereka membuka pakaian masing masing di hadapannya hingga telanjang bulat. Terror itu berhasil. Mental Vio langsung jatuh , wajah memucat cemas saat melihat lima penis yang berdiri penuh siap menusuk dirinya.
“jangan…jangann….” Vio bergumam lirih saat mereka mulai mendekat.
Dengan satu tarikan, si kumis menurunkan bagian atas baju Vio. Buah dada yang tak terlapis apa apa lagi itu kini terpapar dengan jelas.
“buled bener ooy….” Si kumis memainkan buah dada kiri Vio , yang kanan menjadi bagian Ipul.
Eman dan Togar tak tinggal diam. Mereka masing masing mengelus dan menciumi paha mulus gadis itu. Sementara Tejo menikmati dengan asyik kehalusan dan kemulusan punggung Vio. Tejo menciumi tengkuk Vio dan berlanjut dengan jilatan menyusuri punggung mulusnya hingga ke bawah. Bagian bawah baju Vio ia singkap ke atas. Baju suster itu kini tersangkut di pinggang Vio, tak lagi menutupi bagian terindah dari tubuhnya. Apalagi setelah Tejo merobek celana dalam Vio dengan pisau. Terbukalah sudah buah dada , pantat , paha dan vagina Vio menunggu untuk dijamah.
Kelima pria itu menggerayangi tubuh Vio dengan ganas. Si kumis dan Ipul saling berbagi buah dada untuk diremas dan dikulum. Eman dan Togar saling berbagi paha mulus untuk mereka nikmati , sementara Tejo asyik dengan pantat Vio nan montok. Sesekali jemari Tejo meraih ke depan menggelitik vagina Vio.
Vio tak lagi berteriak bahkan ia berusaha menahan tangisnya agar tak meledak. Ia sadar tangisan dan teriakan tak akan membantunya justru akan membuat para pemerkosanya semakin bersemangat. Vio tak mau itu terjadi. Yang bisa Vio lakukan saat ini hanyalah memejamkan mata sambil menggigit bibir.
Meski merasa geli karena seluruh bagian sensitifnya digerayangi, ia sama sekali tak terangsang. Rasa malu dan terhina membuatnya tak bisa menikmati semua itu. Awalnya mudah bagi Vio untuk menahan agar tak terangsang. Namun saat Togar mulai menciumi dan menjilati vaginanya, pertahanan Vio mulai goyah. Rupanya Togar cukup lihai untuk urusan yang satu ini.
Sapuan lidah di bibir vagina hingga ke dalam liangnya membuat tubuh Vio menggelinjang tak karuan. Secara otomatis kuluman si kumis dan Ipul di buah dadanya menjadi lebih terasa. Terutama saat kumis tebal menggesek putingnya, Vio merasakan sensasi sex yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bibirnya yang tertutup rapat akhirnya terbuka dan mengeluarkan desahan desahan erotis.
“ooohh….aaahhh..eehmmmaaahh…..”
Lidah Togar masih dengan lihainya menyapu dan mengorek vagina Vio , hanya tinggal menunggu waktu hingga gadis ini mencapai puncak. Tanpa melepas buah dada Vio, Ipul meraih bibir gadis itu dan menciumnya penuh nafsu. Lidahnya menjelajah mencari pasangannya. Awalnya Vio tak meladeninya , namun karena terus menerus tersentuh akhirnya lidah Vio ikut bergerak juga dan merespon ciuman bibir Ipul sebisanya.
Tiba tiba Vio merasakan darahnya mengalir lebih cepat , nafasnya mulai memburu , seluruh tubuhnya terasa menegang.
“mmmppphh..mmmmm….”
Mata Vio terpejam menikmati orgasme pertamanya. Rintihannya terbungkam oleh ciuman bibir Ipul. Dan tubuhnya perlahan melemas. Sejenak kelima orang itu menghentikan permainannya dan membiarkan Vio menikmati hasil ‘kerja’ mereka. Tubuh Vio yang terikat semakin terlihat lemah tak berdaya. Nafasnya tak teratur. Buah dadanya yang menjulang indah bergerak naik turun. Pipinya yang putih terlihat merona kemerahan.
“hehehe..dasar pecun, gitu aja udah KO….” Si kumis mengejek.
Panas telinga Vio mendengarnya , matanya memandang dengan marah.
“eehh..berani melotot lu ya…..!!!” hardik Ipul seraya menampar pipi Vio cukup keras.
“aaawww…!!!” Vio menjerit kesakitan, air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga.
“nangis lu….pecun bias juga nangis lu…..!!!!”
Air mata Vio semakin memancing Ipul untuk menamparnya lagi.
“aawwww….sakiiitt….!!!!”
Satu tamparan lagi.
“aawww…!!!!…amppuunn…aammmp…!!!”
Satu tamparan lagi.
“aaww….ammpunn..jangaaann…sakiitt…..!!!”
Vio menundukan kepala seraya terus meminta ampun. Untunglah Ipul tak berlanjut menamparnya lagi.
“lai…ini cewe harus diberi pelajaran….beraninya dia tending si ‘ucok’ tadi….!!!” Kata Togar sambil mengelus penisnya.
“lu bakal rasa sekarang yee….!!!” Kata si kumis sambil mengambil celananya dan melepas sabuk kulit dari sana.
Vio melihatnya dan sadar apa yang akan terjadi padanya. Ia menggeleng gelengkan kepala , wajahnya begitu memelas , mulutnya terus mengiba.
“jangan…jangan bang…ampuunn…jangaann…”
Dengan pandangan khawatir , mata Vio terus mengikuti gerakan si kumis yang bergerak ke belakangnya.
“bang..jangan bang…..saya ikut mau abang…tapi jangan sakiti saya…jangan bang….”
Togar, Tejo, Ipul dan Eman tersenyum senyum melihat Vio begitu ketakutan. Di belakang si kumis sudah mengambil ancang ancang.
“aaaaaakhhww……!!!!!”
Satu sabetan pertama sabuk si kumis mengenai punggung Vio dan meninggalkan bekas merah disana. Air mata Vio mengalir makin deras , bibirnya menggumam lirih memohon ampun.
“sakiit bang…ampuuhnnn…amppunnhh….hhh…”
Sabetan demi sabetan terus mendera punggung Vio, meninggalkan bekas merah yang memanjang dan melintang tak beraturan. Jerit kesakitan Vio tak dihiraukan si kumis, sebaliknya ia semakin senang dan terangsang. Begitupun empat kawan lainnya.
Sabetan sabuk si kumis juga mengarah ke pantat Vio. Tubuh gadis itu bergetar dan menggelinjang menahan sakit yang dideritanya. Dan akhirnya setelah melihat Vio cukup menderita, si kumis melempar sabuknya ke tanah. Ia lalu mendekap Vio dari belakang , buah dada gadis itu diremasnya dengan kasar. Ia berbisik di telinga Vio.
“sekarang elu ikutin apa mau kita..kalau melawan….hmmmm rasain sendiri akibatnya…paham…!!!!>???”
“aaaww….!!!” Vio terpekik saat buah dadanya diremas keras sekali , “pp..paa..pahamm..bang….”
Si kumis melepaskan dekapannya dan dengan isyarat ia menyuruh temannya untuk membuka ikatan Vio.
Saat ikatan dilepas , tubuh Vio langsung ambruk ke tanah. Ia terdiam sejenak saat memulihkan nafasnya lalu Vio pun mulai menangis.ia tersengguk sengguk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Rasa panas dan perih di punggung dan pantatnya masih terasa menyakitkan.
“alahhh..udah deh jangan cengeng….” Si kumis dengan kasar menarik rambut Vio, “mending elu isep kontol gue….!!!” Si kumis menyodorkan penisnya ke mulut Vio.
Khawatir akan disakiti lagi , Vio pasrah membuka mulut dan membiarkan penis itu menerobos ke dalamnya.
“iseep..!!! ayo isep yang kenceng….!!!!”
Vio mengikuti perintah si kumis dan memberi hisapan hisapan yang menyalurkan kenikmatan ke seluruh tubuh pria itu. Dan sesaat berikutnya , tanpa diperintah lagi Vio melakukan jilatan , kocokan dan kuluman pada penis si kumis. Sementara mengulum, tangan gadis itu tak dibiarkan menganggur. Eman dan Ipul menyuruh mengocok penis mereka dengan tangan.
Togar mendekap Vio dari belakang, meremas buah dada dan memainkan putingnya seraya mencium tengkuk gadis itu sesekali ke belakang telinga. Sementara Tejo yang gak kebagian dengan sabar menunggu giliran. Secara bergantian , Vio mengulum dan mengocoks penis si kumis , Ipul dan Eman. Berharap semua cepat selesai,Vio memberikan service terbaiknya. Kombinasi jilatan lidah dan kuluman bibir basah Vio di penis tiga pria itu , membuat mereka melayang tinggi ke nirvana.
Genggaman tangan Vio pun tak kalah membiusnya. Sentuhan kulit halus lembut disertai kocokan yang begitu ‘ahli’ di penis mereka sungguh tak pernah terbayangkan nikmatnya sebelumnya. Togar pun begitu asyik menikmati buah dada bulat menonjol Vio yang begitu sempurna dengan putingnya yang mengeras. Sungguh empuk dan nikmat untuk disentuh dan diremas. Ciuman Togar di tengkuk dan leher Vio kian ganas saja apalagi ditimpali rintihan samar gadis itu karena mulutnya masih tersumpal penis. Dan Tejo , masih sabar menunggu giliran. Sekian lama Vio melakukan oral sex , si kumis menjadi orang pertama yang meraih puncak kenikmatan. Penisnya berkedut kedut dan spermanya ia semburkan ke wajah cantik gadis itu.
“ooow…!!!” Vio terpekik kaget , tak menyangka si kumis akan melakukan itu. Vio sebenarnya tak masalah jika harus menelan sperma lelaki yang menyetubuhinya , namun ia tak suka wajahnya disembur sperma karena khawatir akan merusak wajah cantiknya yang menjadi modal dia sebagai model. Tetapi cairan putih itu terlanjur mengalir di wajahnya. Vio tak bisa protes apalagi melawan karena posisinya memang tak menguntungkan. Sudah merasakan kepuasan, si kumis mundur dan posisinya digantikan Togar. Sementara Tejo yang sudah mulai kesal menunggu , menggantikan posisi Togar mendekap Vio dari belakang.
“non…bajunya dilepas aja..ganggu nih…..” kata Tejo sambil menurunkan baju Vio yang tersangkut di pinggang. Dan terbukalah tubuh Vio yang mulus dan indah tanpa penutup apapun.
Selain menggerayangi buah dada Vio , Tejo juga rupanya senang meraba punggung gadis itu. Meski sekarang telah berhias bekas lecutan sabuk si kumis namun tak mengurangi kepuasan Tejo menyentuhnya. Sebaliknya bagi Vio , sentuhan tangan Tejo di punggungnya membuat memarnya terasa perih kembali. Tubuh Vio menggeliat geliat menahan sakit.
“kenapa neng….sakit ya…???” kata Tejo yang justru malah dengan sengaja menyentuh dan menyusuri bekas memar yang memanjang itu.
“aduh…jangan dipegang bang….perihh….” Vio sejenak melepas kulumannya dan menyempatkan menoleh ke arah Tejo.
Ipul yang kenikmatannya terganggu , dengan tak sabar menarik kembali kepala Vio untuk melanjutkan kulumannya. Kali ini kepala Vio ia tahan dengan tangan agar tak melepas lagi seperti tadi. Tejo memang tak menyentuh lagi memar Vio dengan tangan , tapi malahan berganti dengan lidah. Memar itu ia jilati perlahan sambil tangannya sibuk memilin milin putting gadis itu.
Kontan saja tubuh Vio tersentak dan menggeliat. Ia tak bisa menoleh atau protes karena kepalanya ditahan Ipul. Vio hanya mengguman tak jelas sambil meneteskan air mata. Orang kedua yang menyemburkan sperma ke wajah Vio adalah Ipul lalu diikuti kemudian oleh Eman dan Togar. Sementara Tejo lebih suka spermanya ditelan Vio daripada disemburkan di wajah.
Saat oral sex berakhir , wajah Vio telah belepotan oleh sperma dari keempat pemerkosanya yang bercampur dengan air matanya sendiri. Dan kondisi Vio yang menangis tersedu sedu dengan wajah penuh sperma rupanya cukup efektif membangkitkan kembali gairah si kumis Cs. Si kumis lantas masuk kembali ke warung dan kembali tak lama kemudian dengan membawa seember air lengkap dengan gayungnya.
“neng..cuci muka gih sono….” Perintah si kumis.
“ahhh..gak usah deh…cantikan kayak gini kok….” Ucap Eman
“iya tuh…anggap aja mandi susu…..” Ipul menimpali dan disambut derai tawa lainnya.
Telinga Vio rasanya makin panas saja. Ia merasa begitu terhina , sudah diperkosa , oleh orang orang kelas kampung pula. Meski begitu Vio dengan senang hati menerima tawaran si kumis. Dengan sedikit lega Vio mengambil beberapa gayung air untuk membersihkan wajahnya. Terasa dingin memang, namun ia juga merasa segar sekaligus bersih. Dingin lebih baik daripada harus bermandikan sperma.
“mandi aja non…tanggung sekalian…..” ujar Tejo bercanda.
“eehh..benar kau jo….si butet ini kita suruh mandi saja sekalian biar segar….” Togar menganggapi serius.
Vio tertegun dan berharap mereka bercanda. Berada di tempat terbuka tanpa pakaian sama sekali pada malam hari seperti saat ini saja dinginnya sudah begitu menyiksa. Sedari tadi rasa dingin itu ia abaikan karena teralihkan oleh siksaan si kumis dan oral sex yang ia lakukan pada mereka. Tapi sekarang hawa dingin itu sangat terasa apalagi jika harus ditambah dengan mengguyur tubuh dengan air sedingin ini.
“iya neng…mandi aja sekalian….ayo”
“ta..tapi…bang….dingin….” keluh Vio.
“terserah deh…mau mandi atau ini…..” si kumis telah memegang kembali sabuknya.
Vio langsung saja terintimidasi dan menyerah, ia tak yakin mampu menahan siksaan sabetan sabuk si kumis sekali lagi. Dengan gontai ia mengambil segayung air lalu perlahan menyiramkannya perlahan ke seluruh tubuh layaknya sedang mandi.
“ooohww…” rasa dingin langsung menyerang Vio hingga ke tulang.
“uu..uu..udd..ddahh..bbb..baa..baaannng…..” Vio menggigil kedinginan. Ia mencoba mengurangi rasa dingin dengan bersilang tangan.
“masa sekali doang..mana bersih dong neng…..!!!” kata Eman.
“betul…masih setengah ember lho….mbok ya dihabiskan….” Kata Tejo pula.
Bibir Vio tak berkata apa apa. Tapi sorot matanya menyiratkan penghibaan dan memohon belas kasihan. Tatapan Vio dibalas si kumis dengan memutar mutar sabuknya dan Vio pun sadar ia tak punya pilihan lain.
Vio kembali mengambil segayung air dan disiramkan ke tubuhnya.
“oowhhh…” Vio kembali terpekik kedinginan.
Tubuhnya semakin menggigil , bibirnya bergetar dan giginya terdengar bergemeletuk karena dingin.
“aahhh..kelamaan kau……!!!” Togar dengan tak sabar mengambil ember itu dan menumpahkan sisa airnya ke tubuh Vio.
“ooooooowwwwwhh….” Vio terpekik panjang.
Dingin yang Vio rasakan semakin tak tertahankan lagi. Ia langsung meringkuk dan berjongkok dengan tangan bersilang, tubuhnya terus menggigil dan suara gemeletuk giginya semakin jelas terdengar.
“dingin neng ya….duhh kasiaaannn….” Si kumis membelai wajah Vio yang terlihat semakin putih karena pucat.
“ayo sini…abang angetin deh…..” si kumis mengangkat tubuh Vio sendirian , ” hei…gue duluan coy…!!!”
Si kumis menggendong tubuh Vio masuk kembali ke warung diikuti empat orang lainnya. Di warung tersebut tepatnya dekat dapur memang terdapat sebuah kasur sederhana namun cukup nyaman. Si kumis sengaja menyiapkan itu untuk melepas lelah sejenak jika tak ada pembeli. Tubuh Vio dibaringkan disana. Si kumis mEmang mendapat giliran pertama menikmati tubuh sintal Vio, sementara empat orang lainnya menunggu giliran sambil mengundi siapa selanjutnya.
“hhmmm….mulusss…dingiiinn….kayak es batu….” Si kumis meraba setiap lekuk tubuh Vio yang masih kedinginan. Tak seinci pun tubuh indah Vio terlewat untuk disentuh. Jari jarinya dengan nakal mengorek liang vagina Vio. Gadis itu menggeliat dan menggelinjang mengalihkannya untuk sementara dari rasa dingin yang menderanya.
Si kumis lalu menaiki tubuh Vio. Buah dada montok gadis itu ia remas , penisnya ia jepitkan diantara belahan montok tersebut. Sambil tak lepas meremas , si kumis bergerak mendorong penisnya di sela jepitan buah dada Vio.
“hhuuahh..mimpi apa gue ya…….” Si kumis merasakan kenikmatan berganda.
Masih dengan menjepitkan penisnya diantara buah dada Vio , ia menyodorkan ujungnya ke bibir Vio.
“jilat yang enak ..neng….”
Dengan pasrah Vio menjulurkan lidahnya menjilati ujung penis tersebut. Lidahnya bergerak teratur memutar mengikuti bentuk kepala penis yang tentunya memberikan efek nikmat luar biasa untuk si kumis. Untuk beberapa menit si kumis betah melakukan hal itu. Meremas bulatan dada Vio , menjepit dan menggesek di belahan dadanya dan sebagai selingan ia menikmati jilatan lidah Vio di ujung penisnya. Barulah kemudian ia memposisikan penisnya di depan vagina Vio. Paha gadis itu ia buka lebar , mengatur posisi sejenak dan dengan sekali dorong , penis itu melesak masuk ke dalam vagina Vio.
“ooooahhhh…..” Vio mendesah panjang saat penis itu menyeruak masuk.
Dan sambil tetap meremas buah dada Vio , si kumis mulai melakukan genjotan. Terakhir kali si kumis menyetubuhi wanita adalah setahun lalu, itu pun dengan janda anak tiga yang wajahnya biasa saja dan tubuhnya sudah agak melar. Maka tak mengherankan ia kini menggenjot tubuh Vio dengan bersemangat dan cenderung kasar. Lagipula siapa yang tak tergiur untuk meniduri gadis cantik model majalah pria dewasa. Si kumis dan yang lainnya memang tak tahu jika Vio ini sebenarnya adalah model.
Tapi itu tak penting, karena keindahan tubuh Vio telah menjelaskan segalanya. Bagi Vio sendiri kekasaran si kumis membuatnya sulit untuk menikmati persetubuhan ini. Dibandingkan si kumis, masih lebih baik Benjo, preman berwajah sangar yang pernah menyetubuhinya beberapa waktu lalu. Setidaknya meski berwajah seram, Benjo tahu bagaimana cara membuat wanita merasa nyaman dan terbuai. Hingga kemudian si kumis mencapai orgasme, Vio tak merasakan apa apa selain lelah dan panas di vaginanya. Si kumis mencabut penisnya dengan perasaan puas. Ia melakukan kecupan kilat di buah dada Vio sebelum meninggalkannya.
Sepeninggal si kumis, Vio dengan cepat berusaha mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga. Ia sadar masih ada empat orang lain yang harus dilayaninya. Dan Vio berharap empat orang yang lain tak sekasar si kumis. Giliran berikutnya ternyata Ipul. Di tangannya ia memegang sebuah kaset dan kunci mobil Vio. Dengan pasrah Vio berbaring menunggu pria itu menjamah tubuhnya. Tetapi Ipul justru menariknya bangun dan membawanya kembali ke halaman belakang warung. Jantung Vio berdegub lebih kencang, hawa dingin yang menusuk kembali menderanya. Ia merasa cemas akan mengalami hal yang membuatnya menderita lagi. Namun Vio tak berani protes. Ipul ternyata membawa Vio ke samping kanan warung dimana Togar menyembunyikan honda jazz Vio. Ipul menyuruh Vio berdiri di depan mobil sementara Ipul masuk ke dalam.
Vio menuruti perintah Ipul dengan bertanya tanya, apa yang akan dilakukan pria itu. Vio terlompat kaget saat tiba tiba lampu depan mobil dinyalakan. Ia menghalangi matanya dengan telapak tangan mencoba mengurangi silau. Dari sound system mobilnya, Vio mendengar suara musik yang volumenya disetting maksimal. Intro lagunya terasa familiar di telinga Vio. Ini lagu Mari Bercinta dari Aura Kasih. Ipul keluar dari mobil dengan senyum cabul menghiasi wajahnya.
“neng…tahu lagu ini nggak…???”
Vio mengangguk pelan.
“sekarang neng nari yang hot…kalo bisa lebih hot dari Aura Kasih…..ngerti..???”
Vio kembali mengangguk pelan. Di depan mobilnya Vio mulai menggerakan tubuhnya sesuai irama lagu. Sebenarnya untuk urusan goyang badan, Vio jagonya. She is a queen of the dance floor. Namun tidak untuk malam ini. Risih, dingin dan lelah membuat gerakannya terlihat kaku. Dan itu membuat Ipul geram. Didekatinya Vio dan ditamparnya dengan keras.
“aaww….!!!” Vio terjatuh di kap mobil sambil memegang pipi.
“heh…!!! Gue bilang nari yang hot…kayak Aura Kasih..!!! bukannya kayak unyil gitu….!!!”
Ipul kembali melayangkan tangannya ke pipi Vio.tak hanya sekali tapi berkali kali , bergantian kiri dan kanan.
“aaww…ampun bang…!!! Ampuun..!!! ampun…..!!! jangan…!!!!!!”
Vio mengangkat tangan mencoba menghalangi gerakan tangan Ipul.
“heh..pecun denger ya….!!! Gue puter lagunya sekali lagi…..!!! kalo masih kayak unyil juga…hihhh…!!!!” Ipul mengangkat tangan mengancam Vio.
“jangan bang…iya bang..iya ..iya……”
Ipul masuk kembali ke mobil dan merewind lagunya dari awal.
“ayo nari yang bener….!!!”
Dan Vio mulai menari lebih serius.
Lagu mari bercinta Aura Kasih memang bernuansa erotis apalagi diperkuat dengan dua versi video klip yang menonjolkan erotisme penyanyinya, terutama video klip pertama yang dilarang tayang di televisi. Ipul sangat merasakan erotisme lagu tersebut malam ini , apalagi divisualisasikan dengan nyata bukan hanya sekedar video klip. Di bawah sorotan lampu mobilnya yang menambah eksotisme dan erotisme , Vio menggerakan tubuhnya sesuai irama lagu.
Gerakannya lebih erotis dibanding Aura Kasih tentunya. Liukan tubuhnya sungguh mampu membangkitkan birahi pria manapun dalam waktu singkat. Sambil bergoyang dengan binalnya tangannya memainkan buah dadanya sendiri, dari bibir Vio meluncur desahan demi desahan pemancing syahwat.
Mari bercinta denganku…….
Dekap aku hanyutkan ku…….
Dengan irama yang menggoda…..
Kita menari bersama…………..
Bagai sebuah pertanda, lirik lagu tersebut mengundang Ipul untuk mendekat. Meski dengan wajah terpaksa, Vio menyambut Ipul dan melangkur lehernya. Ia rapatkan tubuhnya dan menggesekan dadanya naik turun di dada Ipul. Wajah Ipul jelas sumringah menikmati aksi Vio.ini mEmang yang diinginkannya. Tak hanya di depan, Vio juga bergerak ke belakang Ipul.
Ia rapatkan tubuhnya dipunggung Ipul dan menggesekan buah dadanya naik turun disana. Lagu aura kasih hampir habis saat Vio kembali ke depan. Satu tangan Vio merangkul leher Ipul, sementar yang lain meraih penis pria itu. Penis itu ia gesek gesekan di permukaan vaginanya, wajah Ipul ia tarik mendekat dan mereka pun berciuman dengan panasnya.
Berbeda dengan si kumis yang cenderung ‘tembak langsung’ , Vio lebih menikmati persetubuhan ini. Entah karena Ipul pandai merangsangnya, entah karena pengaruh lagu mari bercinta. Atau entah karena pertama kalinya ia bercinta di kap mobil dengan bercahayakan lampu depan yang terasa begitu ‘sexy’ .. mungkin juga karena gabungan semuanya. Tak ingin cepat selesai, Ipul mengambil tangan Vio yang menggenggam penisnya lalu dirangkulkan pula di lehernya.
Kali ini dengan diiringi bait terakhir lagu mari bercinta , keduanya berangkulan erat sambil berciuman dengan dahsyat dan bernafsu. Tekanan empuk buah dada Vio dan gelitikan putingnya membuat Ipul semakin mempererat pelukannya. Lagu mari bercinta selesai. Ipul mendorong Vio terbaring di kap mobil , mempersiapkan untuk ditindihnya.
Lagu berikut yang terdengar dari dalam mobil adalah dari Kangen Band. Rupanya itu kaset rekaman. Meski dalam posisi siap ditindih namun saat mendengar lagu Kangen Band, mata Vio sekilas berkernyit.selera musik pemerkosanya benar benar aneh. Dan sekarang bukan hanya dirinya saja yang ternoda, mobil honda jazz kesayangannya pun kini ikut ‘ternoda’ oleh lagu Kangen Band.
Perlahan tapi pasti , penis Ipul melesak masuk. Setelah di dalam ia tak langsung melakukan genjotan. Ia membiarkan dirinya dan juga Vio saling beradaptasi. Selagi menunggu sekali lagi ia mencium bibir Vio dengan mesra. Barulah beberapa saat kemudian Ipul melakukan genjotan tapi tak sekaligus. Ipul melakukan sekali hentakan lalu jeda beberapa saat, sekali hentakan jeda lagi. hentakan lagi…begitu seterusnya.
Setiap kali Ipul menghentak,Vio mendesah pendek. Bukan desahan penderitaan tapi desahan kenikmatan. Kali ini Vio memang menikmatinya. Ipul bisa melihat dan merasakan saat Vio mulai terbiasa dan menikmati, ia pun mulai melakukan genjotan dengan intens. Sambil memegangi kedua tangan Vio, penisnya menghantam vagina Vio dengan gerakan stabil. Tubuh Vio terguncang guncang di atas kap mobil, buah dadanya bergoyang seirama gerakan pemilknya. Erangan dan rintihan lirih keluar dari bibir basah Vio.
“ooohh…oohhhh..aaahhh..awhh…oohhh….”
Dan erangan pendek Vio berubah menjadi lolongan panjang saat tubuhnya menegang lalu melemas. Dirinya mencapai orgasme lebih dahulu, Ipul mengikuti beberapa saat kemudian. Untuk kedua kalinya sperma membasahi vagina Vio. Ipul mencabut penisnya dan menyuruh Vio membersihkan penis itu dengan mulutnya .Vio melakukan service terakhir .. penis itu ia jilati dan kulum, sperma yang tersisa ia jilati hingga bersih..
“feeeww….asyik uy….nanti lagi ya neng….” Kata Vio sambil mencium pipi Vio dan meninggalkannya terbaring lemas di atas kap mobil.
Vio merasakan tubuhnya sudah tak bertenaga untuk bergerak sedikitpun, ia hanya berbaring lemah di kap mobil sambil menatap langit gelap. Pikirannya menerawang entah kemana. Dan Vio menghembuskan nafas panjang saat mendengar langkah kaki mendekat. Masih ada tiga orang lagi yang harus ia layani. Setelah itupun semuanya belum tentu berakhir, karena bisa saja mereka ingin menikmati tubuh Vio untuk kedua kalinya . setidaknya Ipul sudah berencana seperti itu. Vio pun mengeluh pendek, ini akan menjadi malam yang sangat panjang baginya.
“Siapa kamu…???”
Doni terkejut saat tiba tiba muncul seseorang entah darimana bahkan tahu akan keberadaan ‘black note’. Yang lebih membuat Doni heran adalah penampilan orang itu yang aneh bin ajaib. Doni menebak usia lelaki ini tak jauh berbeda dari dirinya. Namun pakaiannya sungguh luar biasa. Orang itu memakai jas panjang ala pesulap jaman 80-an lengkap dengan topi yang biasa digunakan untuk mengeluarkan kelinci. (untuk yang masa kecilnya di era 80-an mungkin tahu pesulap terkenal bernama Mr.Robin).
“perkenalkan…nama saya Joker…..” pria itu membungkuk sambil membuka topi layaknya pesulap yang akan memulai atraksi.
“Joker….???” Doni tersenyum sinis, “dan saya Bruce Wayne…..”
Doni balas membungkuk, lebih bermaksud mengejek daripada menghormat.
“hahaha…kamu Doni…..dan saat ini kamu memegang ‘black note’….betul…???”
Doni langsung bersikap serius dan waspada. Dipandanginya pria yang mengaku Joker itu penuh curiga.
“kamu tahu soal ‘black note’…??” tanya Doni
“tentu saja….aku juga tahu perempuan yang diperkosa disana itu mantan pacarmu ..betul…??? dan namanya Viona…”
Doni terdiam mencoba membaca situasi.
“dan kamu sudah dua kali menggunakan ‘black note’ pada Viona itu..betul kan…???” lanjut Joker.
Doni masih tak bicara apa apa.
“aku juga tahu tentang spg bernama Ina , pemerkosaan Azhari bersaudara, kematian beberapa koruptor , dan…….”
“ok..ok…cukup….cukup…..!!!” Doni memotong , “darimana kamu tahu semua itu…???”
“tentu saja….karena akulah yang membuat ‘black note’……”
“apa…???” Doni terkejut , “kamu pembuat ‘black note’…???”
“well….bisa dibilang begitu…..aku salah satu dari yang membuatnya….”
Joker lalu menceritakan sejarah singkat dari ‘black note’. Doni menyimak dengan serius , sesekali dahinya berkerut mencoba mencerna apa yang didengarnya.
“ok…kamu pembuat ‘black note’…”Doni angkat bicara setelah cerita Joker selesai, “lalu kenapa dari semua pembuat ‘black note’ …Cuma kamu yang masih hidup…bahkan abadi….”
“hehehehe..itu gak penting….atau tepatnya belum saatnya kamu tahu…..”
“ok…lalu kenapa kamu muncul disini…apa akan mengambil kembali ‘black note’…???”
“oohh..tidak…silakan saja pakai sepuasmu….justru aku datang untuk membantu kamu mEmanfaatkan buku itu dengan lebih maksimal……”
“maksimal….maksudnya…???” Doni terlihat bingung
Joker tersenyum penuh arti , “kamu pernah menggunakan ‘black note’ pada Rossa dan gagal kan…??”
Doni teringat saat di mall dan pertama kali menggunakannya, ia gagal menggunakan ‘black note’ pada Rossa.
“ya…dan itu karena Rossa bukanlah nama lengkap…..” jawab Doni
“dengan bantuanku kamu bisa ‘mengerjai’ Rossa bahkan tanpa harus tahu nama lengkapnya….”
“tapi aturannya kan……”
“aturan tetap aturan…..”Joker memotong , “tapi dengan sedikit improvisasi dan imajinasi….aturan bisa kita akali…..”
Doni malahan semakin bingung. ‘black note’ ia ambil dari dalam mobilnya, dibacanya aturan secara berulang ulang namun ia tak mendapatkan ide apapun.
“bingung….??’ Tanya Joker , “kreatiflah sedikit dan coba berpikir di luar kotak…..”
Sekali lagi Doni membaca aturan ‘black note’ namun ia tetap tak menemukan apa yang dimaksud Joker.
“jika kamu kreatif….imajinasi seliar apapun akan bisa kamu wujudkan……” kata Joker sambil membuka topinya dan benar benar mengeluarkan kelinci dari sana.
“maksudnya…???”
“apa imajinasi terliar kamu…. Rossa , Agnes Monica atau Aura Kasih menyanyi sambil striptease di televisi….atau bayangkan Magdalena, Olga Lydia membawakan acara sambil melepas pakaiannya satu persatu…….atau mungkin ingin melihat Rahma Sarita, Tina Talisa atau Chantal Della Concetta membaca berita tanpa busana alias bugil….menggoda kan???”
“saya pernah berpikir seperti itu..tapi ada dua masalah….”
“yaitu…???”
“pertama kita harus tahu nama lengkap mereka, sementara artis biasanya jarang menggunakan nama asli….”
“ok…kedua..????”
“katakanlah kita bisa melakukan itu semua…lalu apa…??? Pihak stasiun TV akan dengan mudah mensensornya atau memotongnya dengan iklan jika itu siaran langsung…..”
“sekali lagi…..kuncinya imajinasi dan improvisasi……”kata Joker sambil kembali membuka topi. Kali ini sekawanan burung merpati terbang dari dalamnya.
“tanpa melanggar aturan ‘black note’ kita bisa membuatnya mungkin…” lanjut Joker.
Doni malah semakin bingung dibuatnya.
‘ok..kita buat lebih mudah….. ” kata Joker ,”bagaimana jika saya katakan kita bisa menghabisi seluruh warga Jakarta dengan sekali tebas…”
Kali ini Doni tertawa terbahak bahak mendengarnya.
“hahahaa..itu konyoll…sangat konyol sekali…..bagaimana mungkin kita bisa tahu seluruh nama warga Jakarta dan harus berapa juta nama yang kita tulis di ‘black note’…hahahhaa….”
“tak perlu seperti itu…” jawab Joker dengan tenang , “cukup tulis beberapa nama dan selesai sudah…..”
Doni langsung terdiam, “hanya beberapa nama …??? Bagaimana bisa….???”
“contoh mudah adalah mei ’98….kamu tahu siapa saja yang tewas dan diperkosa saat itu dan berapa jumlahnya…???”
“tentu saja tidak….”
“begitupun pemegang ‘black note’ saat itu. Dia tak perlu tahu nama siapa saja yang akan tewas dan diperkosa….dia hanya menulis beberapa nama yang tepat…dan terjadilah semua….”
Doni mulai menggali memorinya tentang kerusuhan mei ’98 dimana banyak korban tewas dan perempuan diperkosa. Dan perlahan lahan sebuah gambaran muncul di benaknya , ia mulai paham maksud dari Joker. Kerusuhan mei 1998 diawali dengan tewasnya beberapa mahasiswa dan tiba tiba saja setelah itu terjadi pergerakan massa besar besaran hingga terjadi kerusuhan.
“efek domino….” gumam Doni.
“binggo,…..!!!!” Joker berseru senang ,”itu dia..efek domino….kematian yang menyebabkan kematian orang lain….”
“jika kita menulis nama seseorang akan tewas karena kecelakaan pesawat, maka akan ada seratus orang lagi yang ikut tewas tanpa harus ditulis di ‘black note’….” Doni mulai paham
“benar sekali….dan jika kita membunuh presiden Amerika, maka besok atau lusa akan ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang akan tewas karena negaranya diserang tentara Amerika….”
Doni kini sudah benar benar paham. Selama ini ia memang hanya menggunakan ‘black note’ secara ‘straight’ saja. Ia hanya menulis nama dan penyebabnya saja. Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika nama yang ia tulis bisa dijadikan penyebab bagi yang lainnya. Efek domino.
“sepertinya kamu paham sekarang….” Kata Joker sambil merogoh topinya , mengeluarkan sebuah apel dan memakannya.
“pilih nama yang tepat….buat skenario yang pas…dan besok sore kita akan melihat Chantal Della Concetta membacakan berita tanpa pakaian…tanpa sensor…dan tanpa iklan……” kata Joker kemudian.
” ‘black note’ bisa melakukan itu semua…???” tanya Doni meyakinkan diri.
“untuk itulah aku disini, my friend……aku bantu kamu memaksimalkan fungsi ‘black note’….dan mewujudkan fantasi terliarmu……” jawab Joker mantap.
Doni menganggukan kepala. Kali ini ia tak lagi berwaspada pada Joker, sebaliknya ia mulai sepenuhnya percaya pada sosok misterius ini.
“bayangkan lagi…..kita bisa mengatur acara Tv semau kita…..bagaimana jika bioskop transtv atau box office RCTI menayangkan film Miyabi, Sora Aoi atau Takako Kitahara…tanpa sensoor…????”
Doni tersenyum nakal mendengarnya.
“atau bagaimana jika sinetron cengeng SCTV dan sinetron murahan Indosiar , kita ganti dengan drama erotis dari Philipina atau Prancis….hmmm…???”
Doni dan Joker tertawa bersamaan membayangkannya. Doni membayangkan reaksi para moralis yang megusung UU pornografi saat melihat film JAV ditayangkan bebas di televisi.
“jadi….mau terima bantuan saya….the Joker……???” Joker mengulurkan tangannya.
Doni ragu sesaat , “apa imbalannya….???”
“hahaha..tentu saja tak perlu imbalan…’black note’ bukan pesugihan….aku sudah cukup senang jika ‘black note’ digunakan sebagaimana mestinya….” jawab Joker meyakinkan….”jadi deal..or no deal….???”
Joker kembali mengulurkan tangannya dan kali ini Doni menyambutnya dengan mantap.
“deal…!!!” jawab Doni.
Dan Joker pun tersenyum penuh kemenangan. Umpannya mengena sesuai rencana. Doni sama sekali tak mengetahui apa rencana Joker sebenarnya. Namun dipastikan beberapa hari ke depan akan terjadi kekacauan yang luar biasa. Bahkan bukan tidak mungkin kerusuhan dan pemerkosaan massal mei 1998 akan terulang kembali.
Bersambung…
Uang dan kekuasaan. Dua hal tersebut adalah ‘tuhan’ di negeri yang korup ini. Apapun bisa dilakukan dan terjadi dengan keduanya. Penjara yang seharusnya menjadi tempat yang dingin dan menyeramkan sekalipun bisa berubah menjadi ‘kamar hotel’ yang nyaman. Lihat saja mantan jaksa yang terlibat kasus suap BLBI dan telah divonis penjara, Urip Tri Gunawan.
Alih alih ditempatkan di sel berjeruji, ia malah mendapatkan sebuah ruangan yang meski agak sempit namun lengkap dengan segala fasilitas yang menjamin kenyamanan. Kasur empuk plus selimut, televisi dan DVD player lengkap dengan setumpuk film kesukaannya ( termasuk didalamnya JAV movies ) dan juga lantai berkarpet tebal.
Satu satunya yang masih mencirikan jika ruangan itu adalah penjara hanyalah sebuah pintu besi dan jendela berjeruji yang terletak tinggi mendekati atap. Urip tak mempermasalahkan ukuran ruangan yang tak terlalu besar. Yang penting baginya ia bisa menghabiskan masa hukuman dengan ‘nyaman’. Uang dan kekuasaan yang dimilikinya telah menjamin itu semua.
Salah satu previlige lain yang dimiliki Urip adalah dibolehkannya dia untuk menerima tamu kapan saja dan siapa saja tanpa ada batasan atau aturan apapun. Seperti halnya hari itu, Urip sedang menerima tamu khusus. Disebut khusus karena tamunya hari ini adalah juga terpidana kasus suap BLBI, ‘partner in crime’ nya, dia adalah si tante modis Artalyta Suryani (Ayin). Ayin pun sebenarnya sudah divonis penjara seperti halnya Urip.
Namun kombinasi dari setumpuk uang, sepasukan pengacara tangguh dan sederet koneksi di kejaksaan membuat Ayin bebas keluar masuk dari tempatnya ditahan. Alasan yang digunakan adalah klise, yaitu sakit dan harus berobat. Bahkan dengan alasan fasilitas yang tak memadai, Ayin sudah mengantongi izin untuk berobat ke rumah sakit di Singapura.
“aku gak bakal balik lagi ke sini…” bisik Ayin pada Urip.
Tak adanya perjanjian ekstradisi dengan Indonesia membuat Singapura menjadi surga pelarian bagi para koruptor kakap negeri ini.
Urip memang sudah menduga jika Ayin akan merencanakan itu, karenanya ia tak terlihat terkejut. Urip hanya menanggapi seperlunya saja saat Ayin membeberkan rencana pelariannya dan mengatur skenario alibi bersama. Urip menganggap saat ini sebaiknya baik dirinya maupun Ayin mengurus diri masing – masing. Sikap dingin Urip rupanya membuat Ayin kecewa dan agak tersinggung. Ia pun meninggalkan sel Urip dengan ekspresi kesal dan mengomel tak jelas dalam bahasa Mandarin.
“mau lari ke neraka juga…peduli amat…!!!” gerutu Urip setelah Ayin pergi. Ia memang cenderung menyalahkan Ayin atas gagalnya ‘kerjasama’ mereka, apalagi terbongkarnya kasus merekapun disebabkan juga dengan tersadapnya sambungan telepon milik Ayin.
Sepeninggal Ayin, Urip duduk gelisah menunggu kedatangan tamunya yang lain. Ia berkali kali melirik jam di meja, tamunya sudah terlambat satu jam. Urip kian gelisah. Ia berbaring tak tenang untuk sesaat lalu bangkit dan menyalakan TV.
Urip menatap layar TV tanpa minat, chanelnya terus menerus ia ganti hingga akhirnya bosan sendiri dan mematikan TV. Kembali melihat jam, tamunya sudah terlambat dua jam dari yang dijanjikan. Urip mendengus kesal dan menjatuhkan tubuhnya dengan keras ke tempat tidur. Matanya terpejam, entah berusaha untuk tidur atau hanya menenangkan diri saja.
Beberapa menit kemudian Urip terlonjak kaget saat pintu selnya terdengar terbuka, ia bangkit dan menatap penuh harap. Seorang penjaga masuk dengan bahasa tubuh layaknya seorang bawahan yang sedang menghadap atasannya.
“maaf pak….anu…tamunya sudah datang….”
“akhirnya….” Urip menghembuskan nafas lega , ” ya sudah…langsung suruh masuk…dari tadi kek…..”
“baik pak….permisi….”
Penjaga itu segera menghilang di balik pintu dan tak lama kemudian berganti dua orang wanita cantik memasuki sel Urip. Saat masuk, kedua wanita itu menunjukan ekspresi wajah yang berlainan. Yang seorang terlihat santai dan terseyum manis sedangkan yang lain terlihat tegang dan tak nyaman sambil bersilang tangan di dada seolah hendak menutupi tonjolan payudaranya.
Wanita kedua itu memandangi seluruh penjuru ruangan ruangan sel Urip dengan delikan sinis. Urip tak menyadari delikan tersebut, ia berdiri memandangi bergantian kedua wanita itu sambil bertolak pinggang .
“kemana aja sih kalian…..harusnya kalian datang dua jam yang lalu…..??!!”
“sorry deh oom….” wanita pertama yang menjawab , ” soalnya tadi banyak wartawan…..bisa heboh kan kalo ada yang tahu…..ya gak mbak….??” disenggolnya teman disebelahnya. Yang disenggol hanya mengangguk pelan sambil tersenyum dipaksakan.
Kali ini Urip bisa melihat jika wanita kedua terlihat tak nyaman, namun Urip justru menyukainya. Ketidaknyamanannya justru menjadi poin plus bagi Urip. Selain itu Urip pun bisa memahami alasan keterlambatan mereka , bagaimanapun juga mereka adalah selebritis meski saat ini sedang bermasalah dengan hukum.
Wanita pertama yang terlihat santai adalah Sheila Marcia, artis cantik yang terjerat kasus narkoba sedangkan wanita kedua yang terlihat tegang adalah Marcella Zalianty yang baru saja terjerat kasus penganiayaan seorang designer interior. Berbeda dengan Urip yang cukup nyaman dengan kehidupan ‘penjara’nya , bagi Sheila dan Marcella hidup di penjara sangatlah tidak menyenangkan. Bagi keduanya yang selebritis, mereka terbiasa hidup dengan berbagai kemudahan, glamoritas dan party sana sini.
Dan ketika mendadak mereka harus terkurung di satu tempat dalam waktu yang cukup lama, senyaman apapun tempat itu, bukanlah sesuatu yang mudah dihadapi. Itulah sebabnya saat ada tawaran pengurangan masa hukuman dengan syarat harus melayani para pejabat dan orang penting yang berada dalam penjara, Sheila tanpa berpikir lama langsung setuju.
Gaya hidup Sheila kesehariannya memang bebas terlebih lagi ia tinggal jauh dengan orangtua. Baginya memang tak masalah dengan siapa ia ‘tidur’ selama memberinya keuntungan. Sheila memang kerap ‘tidur’ dengan produser untuk mendapatkan peran utama dalam sebuah produksi film. Lain Sheila, lain pula Marcella. Baginya butuh waktu lama sebelum akhirnya memutuskan menerima tawaran itu meski berat hati. Tanpa bermaksud untuk munafik, namun Marcella memang cenderung pilih pilih untuk urusan sex.
Selama ini Marcella hanya melakukannya dengan pacar pacarnya saja dengan alasan suka, mau dan tentu saja cinta. Tak pernah sekalipun dirinya ‘menjual diri’ untuk sejumlah uang ataupun peran dalam film. Namun kali ini situasinya lain, Marcella mengkhawatirkan kariernya jika terlalu lama di penjara. Marcella dan Sheila datang memakai pakaian yang secara spesifik telah diisntruksikan Urip sebelumnya.
Sheila yang lebih muda , memakai seragam putih abu abu SMA dengan rok tinggi di atas lutut dan baju putihnya terbuka satu kancing. Tak sampai memperlihatkan buah dada ataupun belahannya memang, namun tetap memberi kesan sexy. Untuk Marcella, Urip menyuruhnya untuk memakai pakaian tennis yang ternyata sangat cocok dengan postur tubuhnya yang tinggi semampai.
T-shirt putihnya berpotongan leher rendah memperlihatkan sedikit belahan dadanya. Ukurannya yang begitu ketat , menonjolkan buah dada dan puting Marcella yang memang tak memakai pelapis apapun lagi. Roknya yang lebih pendek dari Sheila, begitu sempurna memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus. Urip tersenyum cabul dan menjijikan , menatap penuh minat kedua artis cantik dihadapannya. Dan Ia memutuskan untuk menikmati Marcella terlebih dahulu.
Sikap Marcella yang agak rikuh membuatnya penasaran sekaligus bergairah. Tangan Urip terulur berniat hendak menyentuh payudara Marcella, namun secara refleks gadis itu menepisnya. Urip tersentak kaget, senyumnya langsung hilang. Marcella memandang Urip dengan pandangan tak senang, wajahnya terlihat bersusah payah menahan emosi. Sesaat situasinya mendadak menjadi sangat kaku.
“mbak….!!!” ,Sheila menyenggol Marcella dengan siku untuk mengingatkan.
Wajah Marcella mengendur meski masih menatap kesal. Sudut bibir Urip membentuk seulas senyum kemenangan. Sekali lagi tangannya terulur untuk menyentuh payudara Marcella. Dan kali ini tak ada perlawanan.
“hehehehe….”, Urip tertawa menyebalkan saat mulai meraba dan meremas payudara Marcella.
Mata Marcella terpejam namun bukan karena ia menikmati sentuhan Urip melainkan karena menahan segala kegalauan yang ia rasakan dan mencoba membesarkan hati menguatkan mental. Urip mendorong tubuh Marcella hingga menyentuh dinding lalu kembali melakukan remasan dengan kedua tangannya sambil pula menciumi dan menjilati leher jenjang gadis itu. Harum tubuh Marcella semakin meningkatkan level birahi Urip.
“uuuhh…..” Marcella mengeluh pendek saat payudaranya diremas terlalu keras.
Batin Marcella kini bergejolak, ia mulai berpikir jika keputusannya menerima tawaran pengurangan masa hukuman dengan mantan jaksa ini adalah sebuah kesalahan.
“angkat tanganmu ke belakang kepala…”perintah Urip.
Dengan enggan Marcella mengangkat tangan seperti orang yang sedang Ditangkap polisi. Tatapan matanya bercampur antara tak suka dan heran. Urip menyingkap perlahan t-shirt Marcella hingga sebatas leher. Dan tentunya sekarang ia lebih leluasa menggerayangi payudara artis cantik mantan bintang lux itu. Urip terlihat sangat menikmati sekali empuk dan kenyalnya bukit kembar yang begitu mulus dan putih bersih tersebut.
Beberapa menit berlalu hingga akhirnya Urip merasa puas bermain dengan payudara, kini ia menyuruh Marcella untuk berlutut. Tak perlu banyak kata, Marcella langsung paham apa yang dia harus lakukan. Dengan gontai ia melepas celana pria itu dan mengeluarkan penis yang terkurung di dalamnya. Sejenak Marcella menghembuskan nafas panjang untuk membuang seluruh keraguannya lalu penis itu ia masukan ke dalam mulutnya.
“ooop…aaapp……sabar dulu nona cantik….hehehehe….” Urip mendorong kepala Marcella menjauh, ” jilatin dulu dong…..biar enak gitu…hehehee….”
Cukup sudah ..!!! marcella kini tak lagi menyembunyikan kekesalannya. Ia bangkit sambil menatap Urip dengan marah.
“kenapa ..??? gak mau….??” Urip tetap terlihat tenang dan menantang, ” mungkin kamu lebih suka kalau melayani tahanan di blok timur..heh…!!!”
Tanpa direncanakan, Marcella refleks bergidik ngeri. Blok timur adalah tempat para kriminal sesungguhnya, pembunuh, pemerkosa, drug dealer, dan sejenisnya. Nasib Marcella jelas tak akan ‘seberuntung’ sekarang seandainya ia dimasukkan kesana.
Sadar tak ada pilihan yang lebih baik, Marcella kembali berlutut meraih penis Urip dan menjilatinya dengan setengah hati.
“nahh..hehehe..gitu dong…..kepalanya dong non..ujungnya jilat…yaaa..aahhh…yess…that’s it girl,,,thats it…!!! “Urip terus memberi instruksi yang dijalankan dengan patuh oleh Marcella.
Sambil terus menikmati jilatan Marcella , Urip memberi isyarat pada Sheila agar mendekat. Sheila yang sedari tadi hanya menonton saja, menghampiri dengan genit.
Tanpa banyak basa basi, Urip melepas seluruh kancing baju Sheila, meremas buah dada gadis itu sambil mencium bibirnya. Sheila menyambut ciuman itu dengan sama bernafsunya. Bibir keduanya berpagut ganas, remasan Urip di dada Sheila pun kian gencar. Melihat Urip mulai asyik dengan Sheila, Marcella mengentikan jilatannya dan langsung memasukan penis itu ke dalam mulutnya. Urip membiarkannya kali ini, namun dari gerak matanya, terlihat Urip merasakan sebuah sensasi kenikmatan yang tak biasa.
Berniat ingin segera mengakhiri semua ini, Marcella memberikan kuluman dan kocokan terbaiknya. Kepalanya bergerak maju mundur teratur, sedotan mulutnya yang begitu membuai jiwa dikombinasikan dengan pijatan tangan yang dahsyat. Efek kenikmatan yang luar biasa membuat Urip sejenak melepas ciumannya dengan Sheila untuk sekedar melenguh panjang mengekspresikan rasa nikmatnya. Sheila mengambil jeda tersebut untuk melepas seluruh pakaiannya dan memberi keleluasaan yang lebih lagi pada Urip untuk menggerayangi tiap lekuk indah tubuhnya.
“uuoohh..aahhhh..oom….aahhh…aaaahh…..sssshhaahh…..” Sheila mengerang erotis saat jemari Urip menggelitik vaginanya. Suasana sel tersebut makin ‘panas’ saja tiap menitnya.
Kuluman terbaik Marcella dan erangan erotis Sheila ternyata sangat efektif mengantarkan Urip mencapai puncak kenikmatan lebih cepat. Sejenak Urip melepas Sheila untuk berkonsentrasi pada Marcella. Kepala gadis itu ia dorong agar bergerak lebih cepat lagi.
Marcella paham hanya beberapa saat lagi maka Urip akan klimaks, maka ia pun semakin bersemangat menggerakn kepalanya. Semenit kemudian Urip mulai merasakan tekanan dahsyat dari dalam tubuhnya. Seluruh persendiannya terasa menegang. Rasa dingin merinding turun dari tengkuk Urip dan menjalar ke seluruh tubuhnya.
“aaaarrggghhh…..!!!!”
Urip menahan kuat kepala Marcella saat menyemburkan spermanya. Gadis itu kontan gelagapan apalagi saat cairan itu mulai memenuhi mulutnya. Marcella berusaha mendorong dan memukul mukul tubuh Urip karena ia mulai sulit bernafas. Saat berhasil melepaskan diri dari Urip, Marcella langsung terbatuk batuk mencoba meraih nafas sebanyak mungkin, sisa-sisa sperma menetes keluar dari mulutnya. Ia pun menangis marah sambil memukul lantai, tak mempercayai dirinya mau merendahkan diri seperti ini. Dalam hatinya ia menyalahkan Ananda Mikola dan Moreno yang membuatnya terjebak dalam situasi seperti ini.
“oom..kenapa oom…???” suara Sheila yang terdengar panik sedikit mengejutkan Marcella.
Urip masih berdiri di tempatnya semula, mulutnya masih menganga dan tangannya terangkat mencengkram dada, seolah tersiksa oleh rasa sakit yang luar biasa.
“hhagggh……haaaggghhhh…hheeeakkgg…..”
Nafas Urip terdengar pendek pendek seperti sedang terserang asma. Sheila dan Marcella saling berpandangan sama sama tak menngerti apa yang terjadi. Marcella memberanikan diri mendekat dan menyentuh pundak Urip.
“hahaaaaaaaaggggggghhhkkkkk……..!!!!!!”
Urip mendadak melolong panjang kesakitan dan roboh ke lantai. Secara bersamaan Sheila dan Marcella langsung melompat mundur sambil menatap dengan ketakutan.
Nafas Urip masih terdengar pendek dengan jeda waktu yang semakin panjang, matanya melotot, wajahnya terlihat memerah mengerikan. Tangannya masih mencengkram dada.
Sheila yang semakin ketakutan segera saja menggedor pintu sel dan memanggil penjaga.
Hanya beberapa detik saja, seorang penjaga datang dengan sigap.
“ada apa….ada apa….???”
Saat penjaga itu masuk, ia tak langsung menuju Urip karena perhatiannya teralihkan pada tubuh Sheila yang telanjang dan payudara Marcella yang terlihat. Dan bukannya menolong , ia malah bengong memandangi keindahan yang jarang dilihatnya itu.
“itu….!!!!!” Dengan kesal Marcella menurunkan t -shirtnya lalu mendorong si penjaga ke arah Urip yang masih kelojotan di lantai. Barulah orang itu sadar apa yang terjadi dan segera keluar untuk memanggil dokter.
Beberapa jam kemudian hampir seluruh siaran berita di televisi di dominasi oleh kabar tewasnya mantan jaksa Urip Tri Gunawan di selnya karena serangan jantung. Beritanya semakin menghebohkan karena beberapa wartawan mencium keberadaan Sheila dan Marcella di tempat kejadian.
Berita kematian Urip juga diikuti oleh berita kedua tentang jatuhnya pesawat Air Asia tujuan Singapura di Selat Sunda. Seluruh penumpang dan awak pesawat dipastikan tewas. Gagal mesin diduga sebagai penyebab kecelakaan tersebut. berita ini menjadi menarik saat diketahui ternyata Artalyta Suryani adalah salah satu penumpang pesawat tersebut.
Namun yang paling mengejutkan ternyata adalah berita ketiga. Tak ada yang tak terkejut melihat berita ketiga, semuanya melongo tak percaya. Beberapa penonton yang lebih cerdas menyadari jika berita ketiga ini bisa memicu kekacauan yang luar biasa. Mereka bahkan khawatir berita ini bisa membuat sebuah de ja vu akan kerusuhan Mei 1998.
‘K’ pun menyaksikan siaran berita tersebut dan terlihat agak terpukul karena ini berarti dia kalah langkah. Dengan muram , ia memandang ‘7’ dan ’11’ lalu berkata , “it’s a new level of black note…..damn it!!”
Ballroom Hotel Orion -sebuah hotel berbintang di Jakarta – siang itu sudah ramai oleh para tamu undangan yang menghadiri resepsi pernikahan. Bramantyo Hadi, seorang pengusaha muda yang sukses bergerak di bisnis otomotif merayakan pernikahannya dengan Dita Anastasya , seorang mahasisiwi tingkat IV sebuah universitas terkemuka di Jak


